Persaingan e-commerce di era serba digital seperti ini kian menarik.
Apalagi semakin banyak marketplace yang merajalela secara global.
Tahun lalu e-commerce di Asia Tenggara mengalami peningkatan mencapai $10 miliar atau setara dengan 147 triliun rupiah, meningkat $5,5 miliar dibandingkan pada tahun 2015.
Nah, jika Anda tertarik untuk terjun ke dunia e-commerce, Anda harus mengerti apa itu pendapatan, Gross Merchandise Value (GMV) atau Gross Transaction Value (GTV).
Hal ini penting untuk Anda pahami mengenai finansial yang digunakan oleh Anda sebagai pemula.
Pendapatan itu sendiri di gunakan untuk menunjukkan jumlah uang yang diterima oleh perusahaan.
Lalu, apakah itu Gross Merchandise Value atau Gross Transaction Value?
Nilai Total Transaksi (GMV), yaitu yang menunjukkan keseluruhan total angka dari perdagangan elektronik atau e-commerce di berbagai platform belanja terbesar yang dimiliki oleh tiap perusahaan.
Yang artinya jumlah uang yang di terima oleh perusahaan adalah jumlah kotor.
Walaupun semua platform yang digunakan perusahaan mendapatkan pendapatan dari pelanggan namun tidak semua hasil pendapatan di miliki perusahaan.
Sebagai contoh, booking.com, perusahaan tersebut mendapatkan GMV dari harga bookingnya, namun untuk pendapatannya di hasilkan dari komisi setiap pelanggan melakukan transaksi.
Seperti halnya, di China Nilai Total Transaksi (GMV) mencapai rekor hingga $25,3 miliar atau sekitar 376 miliar rupiah pada tahun lalu, dan terus meningkat setelah itu.
Dalam mata uang China, GMV mencapai 213,5 miliar yuan atau sekitar 455 miliar rupiah, mengalahkan angka tahun lalu yaitu sebesar 168,2 miliar yuan atau setara 346 miliar rupiah, dan mengalami kenaikan hampir 27% dari tahun ke tahun.
Bagaimanapun itu, lebih kecil 39% dari pertumbuhan tahun ke tahun yang telah tercatat pada tahun 2017.
Tahun lalu di Singles Day, GMV Alibaba mengalahkan angka dalam hal yuan, sebelumnya itu telah menjatuhkan rekor dolar.
Mata uang China melemah terhadap greenback dari tahun lalu, yang artinya mengurangnya penjualan dalam yuan, dan harus bisa menyamakan jumlah dolar.
Selama liburan di AS, penjualan pada Singles Day Alibaba dengan mudah melampaui target pembelanjaan oleh konsumen.
Acara ini dimulai dengan penjualan mencapai $1 miliar atau setara 14 miliar rupiah dalam 1 menit 25 detik.
Bahkan lebih dari satu jam, penjualan melebihi dari $10 miliar atau setara dengan 148 miliar rupiah, dalam waktu 5 menit  21 detik ini lebih cepat dari tahun lalu.
Jumlah pengiriman pesanan mencapai $1 miliar atau sekitar 14 miliar rupiah.
Dalam Singles Day tahun ini Alibaba memperkenalkan aspek baru.
Yap, Lazada yang merupakan situs e-commerce yang berbasis di Singapura, dan beroperasi di seluruh Asia Tenggara.
Mayoritas dimiliki oleh Alibaba, selaku tuan rumah dalam penjualannya sendiri.
Menurut peta e-commerce di Indonesia, Lazada sendiri berada di peringkat ke 4 yang memiliki jumlah pengunjung yang terbanyak.

Tak bisa dipungkiri, Lazada bisa dikatakan “Alibabanya” Indonesia di tahun yang akan datang.
Ele.me, adalah platform pesan antar makanan dari Alibaba dan menyediakan pengiriman untuk kedai Starbucks di 11 kota di China.
Awal tahun ini Starbucks telah bersepakat dengan Alibaba untuk bekerja sama di China.
China telah membantu meningkatkan pertumbuhan dari kedai Starbucks tersebut.
Alibaba menjadi tuan rumah sebuah gala yang menampilkan para publik figur, yaitu Miranda Kerr dan Mariah Carey, yang dimulai pada Sabtu dan pergi ke akhir acara 11:11.
Jack Ma, selaku pendiri juga membuat acara di media yang menandai dimulainya Singles Day.
China menaruh fokus besar pada tahun ini dengan strategi baru yang disebut “ritel baru”, bertujuan untuk menyatukan bagian online dengan offline bisnis.
Misalnya, Anda memiliki mini market atau yang biasa disebut Hema, memungkinkan pengguna untuk masuk dan berbelanja, membayar melalui telepon mereka, dan berjalan keluar.
Kesepakatan dengan Starbucks adalah bagian dari strategi “ritel baru”.

“Ketika kami berbicara tentang “ritel baru”, kami sangat percaya bahwa dunia komersial online dan offline bukanlah dunia yang terpisah. Jika Anda melihat basis pelanggan hari ini, semua orang hidup menggunakan internet. Semua orang adalah pengguna internet. Anda memiliki basis pelanggan yang sama. Anda harus memiliki dunia komersial yang sama. Ini semua tentang bagaimana berinovasi di bisnis online dan offline ke dalam dunia komersial digital, “kata Zhang kepada CNBC.
Sumber: CNBC.com
Di Singles Day memberikan bantuan kepada investor di tengah kekhawatirannya terhadap perang perdagangan AS dan saham China yang dapat membuat selera konsumen China menjadi jatuh.
Tahun ini Alibaba menghadapi sejumlah perang dagang dengan saham yang hampir turun 16%.
Diakibatkan melemahnya sentimen investor terhadap perusahaan teknologi China, dan perusahaan baru-baru ini memangkas pendapatan untuk tahun fiskal.
Pada pekan lalu, Daniel Zhang, CEO Alibaba, mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif oleh CNBC.
“Yah, saya akan mengatakan tidak ada yang suka perang dagang dan tidak ada yang suka dengan ketidakpastian kondisi ekonomi. Tapi apa yang selalu kita lakukan adalah mencoba mencari peluang di masa-masa sulit. Jika orang memiliki beberapa poin dari rasa sakit, ini berarti bisa menjadi beberapa peluang. Bagaimana untuk membantu orang-orang di masa sulit untuk mendapatkan lebih banyak bisnis, tidak hanya di China tetapi juga di pasar global”.
“Untuk Alibaba, kami selalu memikirkan misi kami, yang membuatnya mudah untuk melakukan bisnis di mana saja. Saya pikir itu lebih relevan untuk hari ini dalam kondisi seperti ini”, tambahnya.
Pekan lalu Alibaba juga berjanji untuk membantu bisnis penjualan barang dalam waktu lima tahun ke depan dengan jumlah $200 miliar atau setara dengan 3 triliun rupiah.
Beberapa orang sangat memanfaatkan e-commerce sebagai lahan untuk berbisnis dan membeli kebutuhannya.
Keuntungan berjualan melalui e-commerce adalah efisiensi waktu, transaksi yang lebih aman, dan mudah.
GMV menjadi tolak ukur dalam dalam perusahaan e-commerce.
Banyak perusahaan e-commerce yang bisa Anda nilai yang memiliki finansial mengawang.
Karena pada akhirnya Anda bisa bersepakat dan mencari cara untuk mempererat kerja sama antara investor dan pemilik bisnis.
So, jika Anda pelaku bisnis e-commerce, Anda perlu mengetahui perbedaan dari segi finansial yang ada. Seperti, pendapatan, Gross Merchandise Value atau Gross Transaction Value.
- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here