Arghhh! Stres sama kerjaan yang serba deadline? Dituntut banyak hal sama bos? Atau masih mencari cara agar bisa keluar?

Kegalauan seperti ini hampir dirasakan setiap orang, kecuali bagi orang – orang yang menjalankan suatu profesi berdasarkan passion mereka, tentu saja akan lebih menyenangkan.

Namun, sebaliknya jika pekerjaan yang mereka lakukan karena “terpaksa” hanya untuk bisa menghidupi dirinya sendiri, keluarga maupun orang – orang yang dicintainya, tidak akan berakhir dengan indah.

Dampaknya? Anda akan stres, sakit – sakitan, emosional, bahkan mungkin GILA.

Lantas, mau sampai kapan Anda terjebak dalam lingkar “neraka”?

Hidup ini memang keras, tapi bisa Anda buat lunak dengan PERUBAHAN.

Banyak yang menyarankan, untuk coba ini, coba itu. Tapi apakah itu works untuk Anda?

Tidak semua yang bekerja di orang lain, dapat bekerja untuk Anda.

Misalnya, mencoba peruntungan menjadi seorang Youtuber, tapi karena Anda hanya “coba – coba”, maka hal yang didapatkan tidak sesuai. 

Walaupun di awal Anda mencoba, semangat begitu membara, ingin menjadi Youtuber terkenal, kaya raya dan sukses.

Tapi nyatanya? NIHIL.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan? 

Anda harus menemukan minat maupun kemampuan Anda terlebih dahulu.

Seperti yang sudah dibahas di atas, bekerja berdasarkan minat maupun passion pasti akan berakhir menyenangkan.

Misalnya saja berbisnis.

Berbisnis juga memerlukan passion. Jika Anda tidak memiliki kecenderungan disana, apa yang bisa terjadi? Bangkrut, jatuh miskin, dan yang lainnya.

Memang kunci utama hal tersebut adalah jangan “coba – coba”.

Jika ingin berbisnis, Anda perlu merencanakan semuanya dengan matang. Mulai dari tujuan Anda, produk apa yang ingin Anda jual, siapa target marketnya, strategi apa yang akan Anda gunakan, dan sebagainya.

Oke, untuk lebih detailnya lagi, mari kita bedah satu – satu.

Pertama, tujuan Anda berbisnis. 

Banyak yang ingin berbisnis agar cepat kaya. Tapi mindset ini salah.

Mungkin kalimat ini terdengar klise, tapi uang bisa datang dengan sendiri jika Anda berusaha dan berdoa 2x lipat.

Jangan terlalu fokus pada “kaya” nya saja, tapi fokus pada dampak yang Anda kerjakan. 

Misalnya tujuan Anda berbisnis agar bisa bermanfaat untuk orang lain, ingin membuktikan kepada orang sekitar, ingin membangun lapangan pekerjaan, dan masih banyak lainnya.

Tujuan seperti ini biasanya jauh lebih membangun Anda untuk terus bekerja, bekerja dan BEKERJA.

Baca juga: Tujuan Yang Harus Anda Miliki

Kedua, produk apa yang akan Anda jual.

Memilih produk sama seperti mencari jodoh. Harus tepat dan sesuai.

Misalnya, Anda senang dengan produk fashion, maka Anda bisa menjual produk fashion.

Tapi, bagaimana dengan istilah menjual produk yang “penting laku”?

Tidak ada salahnya juga, menjual produk yang sedang tren memang menarik, tapi kembali lagi, produk yang biasa disebut dengan “musiman” ini tidak selamanya bisa bertahan.

Namanya saja sudah “musiman” tentu saja hanya bertahan pada era nya.

Tapi jika Anda tetap berkeinginan keras untuk menjual produk “musiman” Anda bisa mengakalinya dengan cara…

Menjual produk kaos, tapi dengan inovasi atau tren yang sedang berkembang.

Misalnya, tren yang sedang kekinian adalah kaos custom, Anda bisa menggunakan cara ini.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa produk custom sangat laris manis dipasaran.

Karena “perbedaannya” ini yang menjadi daya tarik orang – orang untuk membeli.

Seperti contoh:

Jadi, calon pembeli Anda bisa me-request gambar apa saja yang mereka mau. Lalu Anda yang membuat desainnya hingga pesanan tersebut sampai.

Walaupun terlihat rumit, tapi ini works.

Buktinya? 

Yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana cara menjadikan produk Anda berbeda dari yang lainnya?

Caranya dengan kualitas yang Anda berikan. Mulai dari bahan kaos tersebut, desain yang bagus, kecepatan Anda dalam melayani pelanggan, garansi produk, harga produk dan pengiriman yang harganya pas dikantong, cara Anda mem-follow up, dan sebagainya.

Anda perlu perhatikan hal tersebut se-detail – detailnya.

Memang dalam hal ini Anda tidak bisa bekerja sendirian, Anda perlu suatu metode yang dapat membantu Anda.

Untuk itu dropshipaja.com siap membantu Anda!

Dengan sistem Dropshipping, Anda bisa memiliki banyak waktu untuk bersantai di rumah, dibandingkan bekerja sendiri.

Apa itu Dropshipping? 

Dropshipping adalah metode bisnis yang dimana proses produksi hingga pengiriman dilakukan oleh supplier.

Supplier yang dimaksud adalah dropshipaja.com.

Tugas Anda hanya melakukan pemasaran dan melayani calon pembeli di berbagai macam sosial media maupun marketplace.

Setelah itu, pesanan akan Anda sampaikan kepada supplier, lalu dibuat desainnya, diproduksi, hingga pesanan sampai ke tangan pembeli atas NAMA TOKO ONLINE Anda.

Untuk masalah harga produk, ongkir dan keuntungannya bagaimana?

Misalnya, harga kaos dari supplier Anda sebesar 100 ribu plus ongkir, maka Anda bisa menjualnya dengan harga 150 ribu. Keuntungan yang Anda dapat sebesar 50 ribu.

Ngomong – ngomong soal keuntungan, banyak yang meragukan bisnis ini karena keuntungan yang tidak seberapa.

Banyak faktor yang tidak bisa disebutkan satu – persatu, tapi salah satu faktor terbesar yang mungkin sering Anda abaikan adalah TUJUAN itu sendiri, ya balik lagi ke tujuan Anda dalam membangun sebuah bisnis.

Jika hanya fokus pada keuntungan yang banyak agar cepat kaya, mungkin lebih baik Anda tidak usah menjadi entrepreneur saja. 

Karena semua itu butuh proses. Ibarat anak bayi, sebelum mereka bisa berjalan dan berbicara, tentu saja dibimbing oleh orang tua mereka.

Dalam berbisnis juga begitu. 

Dengan mentor, bisnis Anda jadi lebih terarah dan tepat sasaran.

Di Mentoringaja.com Anda akan menemukan para mentor kece dan yang pastinya siap membantu Anda untuk memulai bisnis hingga meraih kehidupan yang Anda inginkan.

Mentoringaja.com merupakan pilihan yang tepat untuk Anda yang berbisnis produk custom khususnya di dropshipaja.com.

Kombinasi yang sempurna bukan?

Anda langsung dibimbing plus di sediain produk oleh dropshipaja.com.

Bukan hanya itu, buanyaaak sekali keuntungan yang bisa Anda dapatkan di Mentoringaja.com:

  • Kesempatan berdiskusi dan tanya jawab langsung dengan mentor berpengalaman.
  • Garansi mendapatkan penghasilan dari bisnis online.
  • Pola sukses bisnis print on demand nggak usah mikir tinggal contek.
  • Komunitas bisnis yang solid di berbagai daerah.
  • Produk yang siap jual tanpa harus nyetok.

Dan… sebenarnya masih banyak bonus lainnya yang tidak kalah menariknya.

Jadi, langsung daftar disini sebelum harga naik di batch selanjutnya!

Baca juga: 7 Jenis Produk Berpotensi Profit Tinggi, Cocok Untuk Bisnis Reseller/Dropship

Ketiga, siapa target market Anda.

Setelah tujuan dibuat, produk sudah ditemukan, selanjutnya menentukan target market Anda.

Menariknya, jika Anda berbisnis produk custom, Anda akan lebih mudah dalam menentukan siapa target market yang pas.

Seperti contoh:

Jika, Anda perhatikan gambar diatas, produk yang mereka jual ditujukan untuk para muslim.

Dengan begitu, target market mereka menjadi lebih tertarget.

Tapi pertanyaannya, bagaimana cara menemukan target market tersebut?

Anda bisa melakukan research dengan cara melihat Insight yang ada di Instagram atau menggunakan Google Keyword Planner.

Baca juga: Pentingnya Menentukan Target Market

Keempat, strategi apa yang digunakan.

Strategi yang sering Anda pelajari biasanya hanya di permukaan saja belum sampai ke dasar laut.

Kalau begitu, Anda sebagai seorang calon pengusaha akan salah mengartikan.

Apalagi jika Anda hanya memanfaatkan Google sebagai media pembelajaran.

Untuk masalah strategi itu sendiri terbilang susah – susah gampang.

Susahnya? Anda harus belajar dari 0, harus mencoba berbagai strategi untuk memastikan mana yang berhasil maupun tidak, mencari ide, dan sebagainya.

Gampangnya? Jika Anda sudah memahaminya, Anda akan lebih mudah menjalankannya.

Dalam berbisnis online, strategi yang bisa Anda gunakan adalah memanfaatkan berbagai macam platform, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, Blog, Marketplace, Landing Page, dan sebagainya.

Tapi sebisa mungkin Anda fokus pada satu platform terlebih dahulu. Kenapa? Agar Anda bisa lebih maksimal ketika menjalankannya.

Seperti contoh, Instagram.

Dalam strategi pemasaran di Instagram, Anda harus membuat konten, membangun interaksi, mencari followers sebanyak – banyaknya, dan sebagainya.

Ketika membuat konten juga banyak hal yang perlu Anda perhatikan, misalnya, dalam mencari ide maupun konsep, caption yang paling tepat untuk konten tersebut, hashtag apa yang harus digunakan, angle foto apa yang menarik, dan sebagainya.

Jadi, dalam hal ini Anda tidak bisa sembarangan. Namun, yang harus Anda ingat, semua bisa karena terbiasa.

Jika gagal, ya coba lagi, gagal lagi, coba lagi dan begitu seterusnya.

Jadi, mulai sekarang tentukan platform mana yang ingin Anda gunakan. Setelah itu, maksimalkan penggunaannya.

INGAT! Utamakan kualitas daripada kuantitas.

Baca juga: Strategi Marketing Yang Salah Bisa Menjadi Boomerang Bagi Perusahaan

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share artikel ini ke sosial media yang Anda punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here