Berjualan dengan metode dropship adalah salah satu pilihan terbaik karena kemudahan dan keuntungannya yang sangat menjanjikan. 

Mungkin sebagian dari Anda masih merasa kebingungan dengan cara-cara yang harus dilakukan dan bagaimana untuk memulainya. 

Itulah sebabnya pada pembahasan kali ini akan dijelaskan secara lengkap mengenai bisnis dengan metode dropship dan bagaimana cara agar Anda sukses menjalankannya.

Sebelum itu, apa itu Dropship?

Dropship adalah metode jual-beli online dimana pelanggan membeli produk di toko online Anda, lalu pelanggan membayar ke Anda setelah itu dari pelanggan akan Anda teruskan ke supplier, Anda membayar biaya pemesanan dan terakhir supplier menerima pesanan Anda, membuatnya, mendesain-nya, melakukan packing, lalu mengirimkan ke pelanggan Anda atas nama toko online Anda.

Artinya, Anda tidak perlu memiliki stok produk untuk dijual, namun tetap bisa mendapatkan keuntungan. 

Meskipun terlihat mudah, namun masih ada beberapa yang kebingungan untuk memulainya. 

Nah, inilah beberapa tips menjual produk agar laris manis, diantaranya:

1. Berikan Pelayanan yang Baik

Anda harus melayani secara cepat dan menjawab setiap pertanyaan pembeli dengan ramah dan tidak membuat pembeli menjadi tidak nyaman.

Baca juga: 10 Teknik Closing Yang Bikin Customer Kebelet Transfer

2. Membuat Penawaran yang Menarik

Buatlah penawaran yang menarik, seperti, memberikan diskon atau promo beli 1 gratis 1 kepada pembeli. 

Jika berbagai penawaran tersebut dirasa masih kurang cukup, Anda bisa membuat strategi pemasaran lainnya. 

Anda bisa membuat konten berupa tips & trik berbisnis ala Anda, tutorial, info terbaru soal perkembangan bisnis atau produk Anda, bahkan sekedar kalimat hiburan untuk para audiens Anda.

Seperti contoh:

Lantas, bagaimana mencari konten-konten tersebut?

Sebagai contoh : Instagram

Ada 2 cara, pertama melalui hashtag, Anda bisa menuliskan “kata kunci” konten yang ingin Anda cari.

Misalkan, #bisnis. Maka, akan muncul beberapa konten yang menggunakan hashtag tersebut, pilihlah yang paling banyak menggunakan hashtag tersebut. Minimal 10 ribu pengguna.

Yang kedua melalui akun kompetitor, untuk mencari akun kompetitor, Anda bisa cari di kolom “search”, nantinya akan muncul beberapa akun, setelah itu Anda follow, dan nanti akan muncul beberapa “suggested for you” atau akun lain yang sejenis.

Pilihlah akun yang memiliki jumlah followers minimal 10 ribu.

Setelah Anda mem-follow akun-akun kompetitor dan mencari beberapa konten yang Anda temukan melalui hashtag.

Maka Anda bisa re-modelling konten yang memiliki engagement tinggi.

Untuk melihat postingan mana yang memiliki engagement tinggi, Anda bisa menggunakan software tambahan, seperti Virol, atau dengan melihat jumlah komentar yang didapatkan di postingan tersebut.

Untuk re-modelling konten pun tidak boleh asal jiplak, itu salah. Anda bisa mengambil isi dari konten tersebut, namun ubah dengan ciri khas Anda, mulai dari bahasa yang Anda gunakan, warna foto, angle yang Anda ambil, dan sebagainya.

Nah, kalau sudah, jangan lupa dalam postingan Anda, tuliskan caption yang berkaitan dengan konten tersebut, bisa juga mengajukan pertanyaan atau pendapat, agar followers Anda yang menjawab, dengan begitu engagement Anda bisa semakin tinggi.

Satu lagi, gunakan 5-15 hashtag dalam postingan Anda yang tentu saja berkaitan dengan konten Anda, misalkan #bisnisonline, #bisnistanpamodal, dan sebagainya.

Anda bisa meletakkan hashtag tersebut di kolom komentar atau caption Anda.

Setelah itu, bisa langsung Anda posting. Tapi dalam mem-posting konten Anda juga perlu perhatikan waktu yang tepat.

Sangat disayangkan jika konten yang Anda buat ternyata tidak banyak yang melihat hanya karena posting diwaktu yang salah.

Waktu-waktu yang bisa Anda pilih untuk mem-posting konten, antara lain, jam 09:00, 12:00 dan 6 sore. Karena pada jam tersebut banyak orang-orang yang aktif di sosial medianya.

Atau Anda bisa mengecek jadwal postingan Anda dengan bantuan fitur Insight yang ada di Instagram, disana Anda bisa melihat jam berapa saja followers Anda aktif menggunakan Instagram.

Selain itu, Anda bisa melakukan giveaway, endorsement atau paid promote.

Jika Anda ingin melakukan giveaway, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah membuat tujuan dari giveaway yang Anda adakan.

Apakah untuk pengenalan produk baru? Apakah untuk mendapatkan banyak followers? Apakah untuk meningkatkan engagement?

Setelah itu, buatlah syarat & ketentuan untuk orang-orang yang akan mengikuti giveaway Anda.

Seperti, komen sebanyak-banyaknya, men-tag akun Anda ke 5 pengguna lainnya, membagikan postingan Anda ke sosial media lain, dan sebagainya.

Lalu, tentukan produk apa yang ingin Anda bagikan untuk orang-orang yang mengikuti giveaway Anda.

Setelah semua siap, Anda bisa memulainya.

Kalau untuk endorse sendiri, Anda bisa mencari beberapa Influencer atau Selebgram yang cocok dengan niche bisnis Anda.

Misalkan, Anda menjual produk hijab, maka Anda bisa meng-endorse Influencer yang menggunakan hijab. 

Alasannya? Agar lebih tertarget. Karena followers dari Influencer tersebut akan tertarik dengan produk yang digunakan oleh Influencer yang mereka follow.

Carilah Influencer atau Selebgram yang memiliki minimal 10 ribu followers dengan engagement yang baik.

Tapi dengan catatan, siapkan uang yang cukup untuk melakukan endorsement.

Dan yang terakhir, paid promote.

Untuk paid promote itu sendiri, sama seperti endorse, yang membedakannya, hanyalah akun yang disasar, kalau dalam endorsement Anda menggunakan jasa Influencer atau Selebgram, sedangkan paid promote, menggunakan jasa dari akun publik.

Seperti, @komunitaspengusahamuda, @komikbisnis, dan sebagainya.

Carilah akun publik yang sesuai dengan niche bisnis Anda, misalnya Anda menjual casing handphone anime naruto, Anda bisa mencari akun publik atau komunitas pecinta anime naruto, dan begitu seterusnya.

Oh iya satu lagi, jangan lupa untuk menampilkan testimoni dari pembeli atau Influencer yang sudah menggunakan produk Anda. Hal ini membantu kredibilitas bisnis Anda agar semakin terpercaya.

Itulah cara jualan di Instagram yang bisa Anda coba.

3. Jangan Menjual Produk Terlalu Murah

Menjual produk dengan harga murah memang akan laku keras, tapi untung yang didapat apakah besar? Tidak.

Sebaiknya Anda tidak menjual produk dengan harga jual terlalu rendah. 

Karena sangat membahayakan jika Anda kekurangan untung untuk menutupi modal yang Anda keluarkan. 

Saran terbaik adalah menjual produk dengan harga yang sama dengan kompetitor dan utamakan kualitas produk dan juga pelayanan Anda.

4. Gunakan Website untuk Berjualan

Selain menggunakan sosial media, Anda juga bisa menggunakan website untuk berjualan. 

Anda bisa menggunakan website untuk memberitahukan lebih detail soal bisnis maupun produk Anda.

Baca juga: Cara Membuat Website Gratis dengan WordPress

5. Pelajari Kompetitor Anda

Keberadaan kompetitor memang tidak bisa dihindari tetapi harus dihadapi. 

Oleh sebab itu, Anda coba pelajari apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan dari kompetitor Anda.

Perhatikan secara detail, mulai dari konten yang mereka buat, sistem produksi mereka, pelayanan mereka, produk yang mereka jual, strategi yang mereka gunakan, dan sebagainya. 

Lalu setelah itu, Anda bisa “contek” apa saja yang berhasil mereka lakukan yang tidak Anda miliki di bisnis Anda.

Baca juga: Cara Ampuh Mengetahui Pergerakan Kompetitor (Pesaing) Anda

6. Pilih Supplier yang Cepat Tanggap

Tips yang terakhir, pilihlah supplier yang cepat tanggap dan terpercaya, baik produknya maupun pelayanannya. 

Mencari supplier itu memang susah-susah gampang.

Ada yang cepat tanggap, tapi kualitas produknya masih kurang bagus.

Ada yang produknya bagus, tapi kurang cepat tanggap.

Ada yang cepat tanggap, produknya bagus, tapi harganya mahal.

Nah, cuma di dropshipaja.com Anda bisa mendapatkan semuanya.

Cepat tanggap, produk berkualitas dan profit margin yang tinggi.

Selain itu :

  • Proses produksi yang cepat, hanya butuh 1 hari kerja
  • Profit margin yang besar, minimal 50-100 ribu per produk
  • Tersedia 100+ macam varian produk, warna dan model
  • Marketing kit yang lengkap, jadi Anda tidak perlu repot desain, bikin template dan sebagainya
  • Komunitas yang super aktif dan suportif, jadi Anda bisa tumbuh bersama
  • Customer service yang siap melayani Anda
  • Garansi barang kembali jika mengalami kerusakan maupun tidak sesuai permintaan, plus ongkir kami yang tanggung
  • Promo GRATIS ongkir ke seluruh INDONESIA

Nggak percaya? Cek disini.

Nah, itulah 6 tips menjual produk agar laris manis. 

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share artikel ini ke sosial media yang Anda punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here