Di era teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini, siapa sih yang tidak tertarik menjalankan bisnis? 

Bisnis berbasis online kini mulai banyak bermunculan, misalnya saja bisnis model reseller, dropshipping, bahkan print on demand. 

Mungkin sebagian dari Anda sudah tahu beberapa model bisnis diatas.

Namun, jika Anda belum tahu, yuk kita bedah satu-satu.

Reseller

Reseller merupakan model bisnis yang dimana Anda harus memiliki stok barang dan melakukan promosi di sosial media, maupun website Anda.

Untuk memiliki stok barang tentu saja Anda harus mengeluarkan modal.

Selain itu, Anda harus packing dan melakukan pengiriman sendiri.

Dan, Anda juga harus pintar-pintar dalam mengelola barang agar tidak terjadinya dead stock.

Keuntungan Bisnis Model Reseller

  • Jika Anda menjadi seorang Reseller tentu saja semua kegiatan bisnis Anda yang menangani, nah karena itu, Anda bisa memiliki ikatan langsung dengan pelanggan Anda, contohnya, saat ada info produk baru maka pelanggan bisa mendapatkan produk dengan cepat dari Anda. 
  • Penjualan yang lebih cepat dan produk yang laris manis menjamin Anda untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. 
  • Ketika ada pelanggan memesan barang ke Anda, maka Anda bisa langsung melakukan packing dan pengiriman tanpa perlu menunggu konfirmasi dari supplier maupun produsen.

Dropshipping

Dropshipping adalah model bisnis yang dimana pelanggan membeli produk di toko online Anda.

Lalu pelanggan membayar ke Anda setelah itu dari pelanggan akan Anda teruskan ke supplier.

Anda membayar biaya pemesanan dan terakhir supplier menerima pesanan Anda, lalu mengirimkan ke pelanggan Anda atas nama toko online Anda.

Keuntungan Bisnis Model Dropshipping

  • Tanpa modal: Anda hanya perlu mengeluarkan modal pulsa internet untuk bisa menjalankan bisnis ini.
  • Resiko jauh lebih rendah: Anda tidak perlu menyimpan stok barang dan mengalami dead stock.
  • Bisa dijalankan dari mana saja: Tidak perlu sewa tempat, tidak ada stok barang, tidak perlu karyawan, dan tidak ada kerepotan lainnya, jadi santuy aja bos! Hehehe.
  • Variasi produk yang beragam: Anda bisa menjual produk apa saja, tapi jika Anda hanya ingin fokus pada satu produk tentu saja bisa.
  • Hemat waktu: Anda tidak perlu melakukan packing dan pengiriman sendiri, karena semua sudah ditangani oleh supplier Anda.

Print On Demand

Apa itu bisnis Print On Demand?

Bisnis print on demand adalah sistem pelayanan yang berdasarkan dari pesanan pelanggan.

Jadi ketika ada pesanan dari pelanggan, maka penyedia layanan ini akan langsung membuatnya.

Mulai dari desainnya, warnanya, hingga ke tahap percetakan.

Salah satu contoh penyedia bisnis print on demand adalah Dropshipaja.com

Mudahnya proses pemesanan menjadi alasan mengapa bisnis print on demand tidak pernah sepi pembeli.

Keuntungan Bisnis Print On Demand

  • Biasanya pada proses produksi Anda perlu waktu 1 kerja untuk menyelesaikan semua produksi, mulai dari desain, printing hingga pengiriman.
  • Setelah proses produksi telah selesai, Anda bisa langsung mengirimkan produk tersebut dengan cepat.
  • Anda bisa lebih mudah menentukan target pasar. Misalnya, Anda menjual kaos untuk para pecinta Avengers, nah Anda bisa mendesain kaos tersebut dengan gambar superhero ataupun yang lain.

Berikut 7 bisnis yang berkonsep print on demand, diantaranya:

Kaos

Salah satu produk print on demand yang paling laris manis dipasaran yaitu Kaos.

Sebenarnya, bisnis ini sudah lama ada, namun karena perkembangan teknologi, mesin percetakan Kaos custom pun semakin canggih.

Ditambah, desain-desain yang semakin kreatif.

Apalagi pemasaran produk seperti ini tidaklah sulit, Anda bisa menjual Kaos ini dengan konsep couple atau dikhususkan untuk minat-minat tertentu.

Seperti contoh:

Casing Handphone

Selain Kaos, casing handphone juga merupakan salah satu produk print on demand yang paling menjanjikan.

Walaupun bisnis ini memiliki pesaing yang cukup banyak, namun peminatnya juga tidak kalah banyak.

Nah, itu pentingnya untuk memperhatikan kualitas produk Anda.

Mulai dari desain, bahan, hingga harga yang Anda tawarkan.

Ingat! Utamakan kualitas bukan kuantitas.

Seperti contoh:

Mug

Produk print on demand yang satu ini juga tidak kalah menariknya.

Produk ini biasa kita temukan di acara-acara tertentu sebagai hadiah, seperti acara ulang tahun, pernikahan, dan acara lainnya.

Nah, bisa Anda bayangkan bagaimana keuntungan yang bisa Anda dapatkan jika produk ini dipesan untuk acara-acara tersebut?

Pasti buanyaaak.

Namun, Anda perlu kerja ekstra, dan yang pasti tetap memperhatikan kualitas.

Seperti contoh:

Brosur/Banner

Mau cetak undangan? Cetak brosur? Atau bahkan banner?

Bisa dibilang bisnis ini tidak kenal lelah.

Karena hampir setiap hari Anda harus bekerja.

Anda juga harus memperhatikan segalanya.

Mulai dari desain, informasi detail yang ada di brosur tersebut hingga akhirnya masuk ke tahap percetakan.

Anda juga harus mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada pelanggan Anda, agar tidak terjadi kesalahan.

Karena jika Anda salah sekali kemungkinan Anda akan rugi.

Seperti contoh:

Kalender

Setiap pergantian tahun bisnis ini tidak pernah sepi pembeli.

Banyak sekali permintaan Kalender dalam berbagai jenis bentuk.

Mulai dari kalender dinding, meja, spiral, dan sebagainya.

Pada umumnya produk ini dilengkapi dengan cover depan maupun belakang untuk mempercantik Kalender tersebut.

Seperti contoh:

Kartu

Semakin unik gambarnya, semakin banyak peminatnya.

Yap, gambar maupun desain yang ada pada Kartu bisa menjadi alat untuk menunjukkan identitas pelanggan.

Seperti contoh:

Nah, itulah 7 bisnis yang berkonsep print on demand yang bisa Anda coba.

So, saatnya lakukan perubahan!

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share artikel ini ke sosial media yang Anda punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here