Transaksi Alibaba mencapai US$ 1 miliar dalam 2 menit dan US$ 10 miliar dalam waktu kurang dari 6 menit. Bagaikan sebuah argo taksi yang menggelinding di jalan bebas hambatan, nilai transaksi terus membesar hanya dalam satu hari  mencapai US$ 25.3 miliar pada perayaan Single Day. Ini disebut-sebut pencapaian tertinggi Alibaba.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, raksasa e-commerce tersebut dilaporkan mencatat rekor transaksi terbesar, setidaknya bagi perusahaan itu sendiri. Pada pukul 00.00 waktu setempat, atau penutupan event, jumlah transaksi tercatat mencapai 120,7 miliar RMB (17,78 miliar dollar AS atau sekitar Rp 238,518 triliun).

Apa itu Single Day ?

Single Day alias Hari Jomblo sedunia merupakan hari libur di China, di mana pria dan wanita yang belum menikah merayakan gaya hidup single mereka setiap tanggal 11 November.

Menurut People Daily, Single Day diciptakan oleh mahasiswa China pada 1990-an, yang digelar setiap tanggal 11 November untuk para lajang. Sementara Alibaba mulai meramaikan perayaan ini dengan agenda belanja pada 2009 dengan menggelar pesta diskon dan dimanfaatkan sebagai ajang penjualan online besar-besaran di China.

Festival tahun ini mengenalkan kepada dunia akan konsep New Retail, suatu inisiatif dari Alibaba yang bertujuan mengintegrasi dunia online dan offline. Menurut keterangan resmi, Alibaba mengklaim konsep New Retail akan mampu menjadi perdagangan dunia di masa-masa yang akan datang.

Singles Day tahun ini dimeriahkan pula oleh penampilan sejumlah selebriti. seperti Pharrel Williams, Nicole Kidman, Maria Sharapova, Jessie J, dan masih banyak lainnya.

Tahun sebelumnya, perayaan “Single Day” mencatatkan angka penjualan US$ 17,8 miliar untuk satu hari penuh. Jumlah ini melampaui jauh pengeluaran uang yang dihabiskan orang Amerika selama 4 hari terakhir setelah hari Thanksgiving yang mencapai US$ 12,8 miliar.

Menurut Presiden Alibaba, Michael Evans seperti dikutip CNBC “Ini merupakan suatu kesempatan untuk para pedagang dan konsumen untuk bersenang-senang dan ikut terlibat dalam ajang yang sangat menarik. Inilah kesempatan bagi konsumen untuk bisa melakukan eksplorasi dan menemukan merek serta produk baru”.

Ajang bernilai miliaran dollar ini melibatkan penjualan produk-produk merek internasional dan menggaet lebih dari 100 juta orang yang berbelanja.

Dalam 30 detik pertama, 97 persen penjualan dihasilkan melalui perangkat mobile. Tahun lalu, Alibaba membutuhkan satu jam penuh untuk mencapai transaksi US$5 miliar. Singles Day tahun ini telah menembus  rekor nilai transaksi tahun lalu yang senilai  US$ 14,3 miliar.

Sebagai perbandingan, tahun lalu, Alibaba mencatat rekor transaksi sebesar 14,3 miliar dollar AS secara keseluruhan sepanjang event Single Day. Pencapaian tahun ini sudah mendekati jumlah tersebut dalam waktu hanya separuhnya.

Dalam satu jam pertama, lebih dari 60 merek menghasilkan penjualan lebih dari US$ 15,1 juta (Rp 204 miliar), termasuk brand internasional seperti Apple, Estée Lauder, Gap, L’Oreal, Nike, Samsung, Uniqlo, Zara, dan lainnya.

Jumlah ini jauh melebihi nilai transaksi yang tercipta saat Black Friday plus Cyber Monday.

“Penjualan pada Singles Day menunjukkan kekuatan internet dan bahwa China masih memiliki potensi konsumsi yang cukup besar. Kesuksesan Alibaba karena keberhasilan platform, dan itu sulit ditiru,” kata analis di China Minzu Securities Co Zhu Qibing.

Beberapa hal yang menjadi catatan penting dalam 11.11 Global Shopping Festival tahun ini adalah:

140.000: merek yang berpartisipasi dalam festival belanja. Ini lebih dari 40% kenaikan dari tahun lalu. Alibaba menggunakan apa yang mereka sebut “uni-marketing,” teknik pemasaran berbasis data, untuk membantu merek menargetkan konsumen yang tepat. Merek internasional paling utama yang menikmati kesuksesan diantaranya P & G, Estee Lauder, Starbucks, Bose, Nike, dan GAP. Namun ada banyak merek kecil juga bergegas masuk.

15 juta: produk terdaftar Produk terlaris ada di kategori kesehatan dan produk bayi seperti multivitamin, susu bubuk dan popok. Ini tidak mengherankan karena kesehatan dan keselamatan menjadi perhatian utama konsumen China. Produk dari Jepang, A.S., Australia, Jerman dan Korea Selatan paling banyak dicintai oleh konsumen China.

812 juta: pesanan dibuat dan sedang dalam proses pengiriman dalam beberapa hari ke depan. Alibaba sedang bereksperimen dengan praktik logistik yang cerdas dengan menggunakan data besar, yang memungkinkan pengiriman cepat dari gudang / toko kedekatan. Urutan pertama disampaikan dalam 12,18 menit pembelian.

1,48 miliar: pembayaran diproses melalui Alipay, dan 90% melalui telepon seluler. Sistem pembayaran mobile China lebih canggih dan jauh di depan Barat. Tahun lalu, pembayaran mobile sudah mencapai 82% penjualan Hari Tunggal. Sebagai perbandingan, hanya sekitar 30% pembeli pada Black Friday yang menggunakan pembayaran mobile tahun lalu.

$ 25,3 miliar: penjualan dalam waktu 24 jam, melampaui rekor rekor tahun lalu sebesar $ 17,8 miliar. Untuk menempatkan angka ini dalam perspektif, total penjualan Black Friday dan Cyber ​​Monday yang digabungkan di A.S. adalah $ 6,79 miliar pada tahun 2016. Berfokus pada penyediaan pengalaman pribadi dan rekomendasi cerdas bagi konsumen mungkin telah berkontribusi terhadap kesuksesan ini. Dengan banyaknya data konsumen, Alibaba mengeksploitasi teknologi AI untuk mencapai hal ini.

Sejak diluncurkan delapan tahun yang lalu, festival belanja Hari Tunggal Alibaba, yang sekarang diganti namanya menjadi 11.11 Global Shopping Festival, telah menjadi hari belanja terbesar di dunia. Ini bukan hanya belanja, itu juga inovasi ritel. Tahun lalu, Alibaba sangat antusias untuk mengintegrasikan VR dan AR ke dalam belanja. Tahun ini, kata kunci adalah “Ritel Baru”, yang menggunakan data besar untuk mengintegrasikan aktivitas online dan offline secara mulus.

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here