Saat berbisnis kita akan mengeluarkan banyak biaya untuk operasional bisnis kita. Jenis biaya pun dibedakan menjadi dua :

1) FIXED COST

Fixed cost ini adalah biaya tetap yang jumlahnya sama terus setiap bulan. Tidak akan berubah nominalnya jika Anda sendiri tidak melakukan perubahan. Fixed Cost ini biasanya meliputi gaji karyawan, sewa tempat usaha, cicilan hutang kredit usaha, dsb.

2) VARIABLE COST

Variable cost ini adalah biaya tidak tetap yang jumlahnya bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Misalnya biaya untuk pembelian bahan baku, pasti berubah-ubah sesuai dengan jumlah barang yang perlu diproduksi dan dipasarkan.

Tapi selain dua biaya tersebut, ada biaya lain tak kasat mata yang bisa Anda keluarkan dengan jumlah besar. Yakni OPPORTUNITY COST.

Celakanya, Opportunity Cost ini jumlahnya bisa jadi yang paling besar yang harus Anda keluarkan untuk bisnis Anda. Mengerikannya lagi, Anda bisa-bisa tidak sadar bahwa Anda telah mengeluarkan biaya sangat mahal untuk membayar Opportunity Cost yang timbul.

Opportunity Cost itu apa sih? Yaitu uang-uang yang hilang ketika Anda melewatkan satu kesempatan yang menghampiri atau uang yang hilang ketika Anda tidak mengerjakan hal yang seharusnya bisa Anda lakukan.

Misalnya, Anda memiliki usaha konveksi yang baru dibuka belum ada setahun. Tiba-tiba ada orang ingin order seragam dalam jumlah ribuan dan siap membayar biayanya. Jika dihitung-hitung, Anda bisa mendapatkan puluhan juta rupiah dalam sekali transaksi.

Tapi sayangnya Anda justru melewatkan kesempatan tersebut karena merasa Anda belum memiliki kapasitas produksi sebanyak itu. Jadilah uang puluhan juta tersebut melayang dan berpindah ke konveksi lain. Sedangkan Anda? Anda harus puas dengan order kecil-kecil setiap bulannya.

Apakah tindakan Anda salah? Jika dilihat dari segi keamanan, jelas tindakan Anda benar. Karena dengan menolak order yang tidak sesuai kapasitas mampu menyelamatkan bisnis Anda dan calon customer Anda  dari resiko orderan meleset atau tidak tepat waktu.

Tapi dari segi opportunity, jelas yang Anda lakukan adalah salah. Dengan order skala besar, Anda berpotensi mendapatkan keuntungan lebih besar juga. Uang hasil profit bisa Anda gunakan untuk mengembangkan bisnis Anda lebih cepat lagi.

Lalu bagaimana dengan resiko yang harus Anda tanggung? Ingat, dalam dunia bisnis, hasil itu sepadan dengan jerih payah dan resiko yang berani kita ambil. Tugas kita sebagai entrepreneur adalah menemukan dan mendapatkan sebanyak mungkin peluang.

Jika ada order besar, jangan takut untuk menerima. Nantinya, Anda bisa berjuang sambil jalan untuk menyelesaikan orderan tersebut. Jika Anda memiliki niat baik, bukankah Tuhan akan menjaga dan membantu Anda?

Opportunity cost yang harus Anda “bayar” tak hanya datang jika Anda melewatkan kesempatan saja. Tapi jika Anda menunda-nunda pekerjaan, Anda juga bisa jadi kehilangan banyak keuntungan dan harus membayar banyak kerugian.

Misalnya saat ini Anda memiliki bisnis hijab dan mukena. Sebentar lagi Ramadhan datang. Ini kesempatan emas bagi Anda untuk menjual sebanyak-banyaknya dan mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Seharusnya sejak 2 bulan sebelum Ramadhan, Anda sudah melakukan persiapan seperti memperbesar skala produksi, menambah jumlah Customer Service, atau menambah ruang dan display untuk toko.

Tapi Anda malah masih santai-santai saja. Masih berkutat dengan kenyamanan sehari-hari, tidak ada action, dan menunda-nunda terus menerus.

Ketika Anda menunda, Anda tidak akan melakukan perkembangan apapun. Sedangkan waktu tetap terus berjalan. Hasilnya, ketika Ramadhan datang, Anda tidak siap dengan lonjakan pembeli. Alhasil Anda yang seharusnya bisa mendapatkan kenaikan penjualan hingga 3x lipat hanya mampu mengatasi kenaikan penjualan hingga 2x lipat saja.

Apakah Anda rugi? Secara perhitungan Anda tetap untung. Tapi secara opportunity Anda RUGI. Karena seharusnya Anda bisa mendapatkan lebih banyak daripada yang telah Anda lakukan.

Jadi sudah jelas, Opportunity Cost bisa jadi “biaya pengeluaran” paling besar yang harus Anda tanggung untuk bisnis Anda ketika Anda melewatkan peluang dan suka menunda-nunda pekerjaan.

Karena itu, segera kerjakan apa yang seharusnya Anda kerjakan. Hentikan sifat suka menunda-nunda Anda. Dan tangkaplah setiap peluang yang ada, jangan pernah takut.

PROMO DROPSHIPAJA 99K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here