Di Indonesia etnis Tionghoa tersebar dari ujung pulau Sumatra hingga Papua. Dan kebanyakan dari mereka menjadi makmur dan kaya dari hasil perdagangan (bisnis). Mungkin banyak yang bertanya, apa sih rahasia sukses para etnis Tionghoa ini? Apakah mereka memang sengaja diciptakan Tuhan untuk menjadi etnis bos dan taipan?

Ternyata kesuksesan mereka juga memiliki rahasia tertentu. Tidak bermaksud rasis dan memecah belah, tapi ada baiknya kita belajar dan meniru budaya unik mereka dalam mencapai kesuksesan dan kemakmuran hidup :

1) TIDAK MALU BERDAGANG SEJAK DINI

Berdagang dulu sempat menjadi aktifitas yang cukup tabu untuk dijalankan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Berdagang identik dengan pedagang-pedagang di pasar yang tidak teratur dan tidak terawat, penghasilan tidak tetap, bukan profesi yang bonafit, dan ada resiko mengalami kerugian. Kebanyakan masyarakat kita lebih memilih bekerja di perusahaan tertentu, menerima gaji bulanan yang pasti, dan berangkat kerja dengan pakaian yang rapi.

Berbeda dengan etnis Tionghoa. Sejak dulu mereka telah mengajari anak-anaknya untuk berdagang. Saking ekstrimnya, sampai ada yang menanamkan mindset “Jika kamu malu berdagang, kamu bakal kesulitan mencari makan”. Tetapi hasilnya pun terasa, banyak dari mereka tumbuh menjadi pedagang yang ulung dan bertransformasi menjadi pebisnis yang sukses.

2) DISIPLIN DALAM BEKERJA

Disiplin merupakan keharusan bagi etnis Tionghoa jika ingin hidup makmur. Mereka membuang jauh-jauh rasa malas dalam diri mereka. Mereka bangun pagi-pagi untuk segera membuka toko mereka, lalu mereka bekerja dengan tekun hingga jam toko tutup. Mereka adalah orang yang sangat rajin dalam bekerja. Bagi mereka, tidak ada kesuksesan jika masih ada rasa malas dalam diri mereka.

3) BERANI MENGAMBIL RESIKO BESAR

Jika kebanyakan dari kita masih takut untuk meminjam modal demi membangun bisnis, maka etnis Tionghoa adalah tipe-tipe orang yang berani mengambil resiko pinjaman uang yang besar demi membangun bisnis mereka. Banyak pebisnis etnis Tionghoa berbondong-bondong meminjam uang ke Bank meskipun dikenakan bunga tinggi, asalkan ide bisnis mereka terlaksana dan mampu mendatangkan profit yang besar. Mereka pun berani mengambil resiko untuk bekerja bersama orang yang belum mereka kenal demi membesarkan bisnis mereka.

4) SANGAT BERHEMAT SEBELUM SUKSES

Pernah mendengar istilah orang Tionghoa adalah orang yang pelit soal uang? Hal ini bukan isapan jempol. Tidak sepenuhnya salah dan tidak sepenuhnya benar. Ada alasan mengapa mereka bisa sangat pelit terhadap uang. Mereka berprinsip, jika mereka belum sukses, mereka tidak akan menggunakan harta mereka untuk kepentingan pribadi atau bersenang-senang. Lebih baik hidup bersusah-susah dulu. Yang penting kekayaan mereka bisa ditabung. Baru setelah benar-benar sukses, mereka membelanjakan harta mereka untuk memanjakan diri/menikmati kesuksesan.

5) KEKAYAAN PERTAMA LANGSUNG DIBELIKAN PROPERTY

Salah satu kepintaran orang Tionghoa dalam mengelola uang adalah mereka langsung mengalokasikan kekayaan pertama yang berhasil mereka dapatkan untuk membeli property (rumah, tanah, atau apartemen). Harga property selalu naik setiap tahunnya. Jadi mereka berasumsi bahwa nilai harta mereka akan selalu meningkat ketika dibelikan property.

6) DISIPLIN DALAM MENGGUNAKAN UANG

Orang Tionghoa terbiasa membagi pengeluaran uang mereka ke dalam pos-pos tertentu. Setiap pos memiliki anggarannya sendiri-sendiri. Mereka sangat mematuhi peraturan anggaran-anggaran ini. Jika pun ada teman atau saudara yang meminjam uang tapi mereka tidak mengalokasikan dana untuk pinjaman darurat, maka mereka tidak akan memberikan pinjaman kepada orang yang meminta. Terkesan pelit dan kejam, tapi cara seperti ini terbukti mampu membawa mereka ke dalam kemakmuran.

 

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here