Mungkin Anda sering mendengar istilah “startup”?
Untuk sebagian orang awam startup merupakan hal yang terdengar asing.
Tapi bagi Anda yang sudah lama terjun di dunia bisnis, sangat tau apa itu startup.
Yap, startup merupakan bisnis yang baru di rintis oleh perusahaan atau sedang pada fase pengembangan.
Dan, biasanya bisnis ini berkaitan dengan dunia digital.

Ada beberapa karakteristik bisnis startup yang bisa Anda ketahui, yaitu:

  • Biasanya perusahaannya baru meranjak usia kurang dari 3 tahun
  • Beroperasi melalui website
  • Berkaitan dengan teknologi
  • Produk yang di jual biasanya berupa aplikasi dalam bentuk digital
  • Jumlah karyawannya pun kurang dari 20 orang
Untuk perkembangan startup itu sendiri terus meningkat setiap tahunnya apalagi di Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu industri ekonomi digital yang memiliki potensi cukup besar di kawasan Asia.
Indonesia menduduki peringkat ke-6 dengan jumlah startup yang produktif yaitu 1945.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan papan akselerasi untuk para startup.

Apa itu Program Akselerasi?

Program Akselerasi adalah mempercepat laju bisnis startup yang sedang berjalan.
Biasanya, dengan cara memberikan pendampingan, investasi ataupun konsultasi.
Dengan cara melakukan penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) yang merupakan penjualan saham sebuah perusahaan kepada investor.
Lalu ada pendanaan, strategi bisnis, ilegal hingga para startup bisa go public.
Platform Go Startup Indonesia yang diluncurkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini berfungsi untuk mengakomodasi perkembangan bisnis startup.
Pada bulan April 2018, Bekraf dan BEI melakukan tindakan kesepahaman pada program IDX Incubator.
Nah, platform GSI ini berfokus pada literasi atau pemahaman tentang keuangan untuk para startup.
“Dengan semangat dan tujuan yang sama untuk mendukung tumbuh kembang industri startup di Indonesia, Bekraf bersama BEI telah menandatangani nota kesepahaman pada April 2018. Dalam mengimplementasikan nota kesepahaman tersebut, platform berkaf meluncurkan GSI yang merupakan semangat dan gerakan bersama untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem yang kondusif bagi startup di Indonesia.” ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf.
Sumber: finance.detik.com
Program Creative Exchange For Startup (CreaX) yang di miliki platform GSI ini berfungsi sebagai akses pemodalan untuk bisnis startup melalui Go Public.
Dari program Creax tersebut, Bekraf dan BEI mencari beberapa perusahaan startup di kota seperti Medan, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Makasar, Bandung dan Jakarta untuk diperbesar melalui pitching.
Setelah itu pemenang dari kompetisi pitching akan mengikuti program Inkubator dan mentoring pada Supercamp dan akan menghadapi final pada Indonesia Capital Day di Surabaya.
Dalam program Inkubator, pemenang akan terhubung oleh para perusahaan startup lainnya serta para investor.

Lalu, apakah itu Program Inkubator?

Program Inkubator adalah program yang memfasilitasi pembinaan dari awal, mematangkan strategi bisnis atau konsepnya hingga ke menuju pangsa pasar.
Di Indonesia sendiri sudah banyak startup yang mengikuti program Akeselerasi dan Inkubator.
Yang di mulai di kelola oleh perusahaan modal ventura, korporasi dan pemerintah.

 

Inilah daftar beberapa startup Akselerasi:

 

1. Alpha Startup

Program yang di mulai pertengahan tahun 2016 ini merupakan hasil dari kemitraan strategis antara 1337 (Leet) Ventures, Convergence Ventures, Baidu Indonesia dan Gobi Partners.
Alpha Startup memberikan fasilitas yaitu program bimbingan, ruang kerja, pendukung produktivitas yang berasal dari AWS dan yang pasti suntikan investasi sebesar 325 juta rupiah.
Namun startup ini masih ada pada tahap pre-accelerator atau masih pada tahap memiliki konsep/ide dan menuju ke tahap validasi.
Hanya perlu adanya proses pembinaan untuk menuju ke tahap validasi hingga ke pangsa pasar.

2. Founder Institute

Program ini juga masih termasuk pada tahap pre-accelerator namun masih bersifat global.
Founder Institute merupakan program untuk melatih founder baru atau membentuk generasi baru.
Program ini juga memfasilitasi mentor-mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk membantu para founder baru mengembangkan bisnisnya pada sesi mingguan.
Kurikulum yang di ajarkan yaitu berupa validasi konsep/ide, penentuan strategi, riset dan pengembangan, branding produk hingga pendanaan.
Program ini juga merupakan hasil dari berbagai mitra.
Mulai dari Indosat Ooredoo, Baidu, Kejora, Mountain Partners, Bakti Barito dan lain-lain.

3. GnB Accelerator

Program ini merupakan kerja sama Fenox VC dan Infocom Corporation.
Program ini menyajikan mentorship, training, support dan funding.
Jika Anda mengikuti program ini, Anda akan mendapatkan suntikan investasi sebesar 666 juta rupiah beserta fasilitas co-working space dan bimbingan dari para mentor.
GnB Accelerator berfokus pada market-fit dan lebih mempersipakan tim untuk pendanaan.
Kategori yang menjadi sasaran utama adalah startup e-commerce, health-tech, on-demand, fintech.

4. Google Launchpad Accelelator

Sebuah program dari Google untuk membantu startup khususnya dalam mengakselerasi bisnis dan teknologi.
Melalui Google Launchpad Accelerator, Google membina beberapa startup yang ada di Indonesia.
Bukan hanya di Indonesia saja tetapi di beberapa negara, seperti, India, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Filipina dan sebagainya.
Jika dalam proses seleksi ternyata lolos, akan langsung di terbangkan ke markas Google untuk di bina.
Selama di markas Google, akan di berikan program Inkubasi yang di lakukan selama 6 bulan, bootcamp selama 2 minggu dan khusus para startup yang mengembangkan solusi mobile akan di berikan pendanaan ekuitas sebesar $50.000 atau setara dengan 700 juta rupiah.
Program Google Launchpad Accelerator menargetkan 50 startup yang dapat di rangkul dan kepada para startup yang memiliki potensi.

5. Ideabox

Program Ideobox adalah program yang di setir oleh Indosat Ooredoo, Mountain Partners dan Kejora.
Program ini bertujuan untuk membantu mengangkat startup yang memiliki potensi melalui dana investasi dan khusus startup yang bergerak di bidang telekomunikasi akan di berikan penghargaan.
Ideabox berfokus pada 4 hal yakni, market-size, model bisnis dan operasional, branding produk, growth hingga menyiapkan startup untuk pitching dana.

6. Plug And Play

Program ini adalah bagian dari PNP Tech Center yang merupakan Akselerator startup global dengan misi untuk membantu menyukseskan teknologi digital.
Plug And Plug yang berpusat di Silicon Valley telah mencakup lebih dari 200 mitra korporasi, universitas dan investor yang berhubungan dengan bidang ritel, fintech, media, yang masih awam dan Internet Of Things (IoT).
Jika telah lolos seleksi akan bimbingan, disediakan working space, dana dan dukungan yang terkait dengan Akselerator.
Di awal setiap tahunnya, PNP Indonesia akan melakukan investasi kepada 50 startup.

 

Dan ini beberapa startup Inkubator:

 

1. 1000 Startup

Program yang di insiasi oleh Kominfo dan Kibar.
Program ini berfokus pada 5 fase, yaitu, penanaman mindset kewirausahaan, workshop untuk pembekalan dasar para startup, pembuatan tim untuk prototipe, pembinaan oleh mentor hingga siap di luncurkan.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, program ini berharap pada tahun 2020 bisa mencetak 1000 startup.
Program ini di adakan di berbagai daerah. Program ini juga sangat membantu Anda yang ingin memulai karir dari nol hingga menjadi bagian dari ekosistem startup di dunia digital.
Karena hingga saat ini program tersebut terus berjalan dan membuka kesempatan buat Anda yang ingin mencoba.

2. Bekraf For Pre-Startup

Yaitu program yang di peruntukkan untuk mematangkan ekosistem startup dengan cara mematangkan calon-calon startup yang akan membangun startup di Indonesia.
Dalam program ini ada beberapa kegiatan, yaitu workshop yang berisi tentang manajemen bisnis hingga ke teknis untuk pengembangan produk.
Walaupun program ini lebih cocok di masukan pada tahap pre-incubation karena program ini fokus pada tahap pembinaan dari 0 hingga ke pembentukan tim untuk masuk ke tahap Inkubasi.
Untuk startup yang telah lulus dari program ini akan di hubungkan ke Inkubasi lanjutan yang terkoneksi oleh Bekraf. Dan akan membawanya ke program Inkubator dan Akselerasi yang telah bekerja sama dengan Bekraf.

3. BNV Labs

Program yang di dirikan oleh Bank Bukopin yang juga bekerja sama dengan Kibar.
Ada 3 elemen yang terdapat pada program ini, yaitu, membentuk tim yang terbaik, mempermudah program Inkubasi serta memberi fasilitas co-working space yang memberi wadah bagi para startup.
Fokus utamanya ada di bidang fintech.
Dalam program ini juga ada beberapa kegiatan, seperti pengembangan startup terhadap ekosistem kewirausahaan digital, memberikan akses pasar, support, pembinaan dan juga pengembangan kapasitas pelaku.

4. Global Enterpreneurship Program Indonesia

Program yang di mulai sejak awal tahun 2011 ini memiliki visi untuk mengkatalisis strategi kewirausahaan yang ada di Indonesia dan bekerja sama dengan program yang sudah ada.
Lalu menghubungkan calon startup dengan perkembangan secara global dan prospek investasi.
Program yang tumbuh oleh inisiatif dari Mantan Presiden Amerika Serikat yaitu Barack Obama.
Sekarang program tersebut telah menjadi inti di Departemen Luar Negeri AS ini sangat membantu untuk mempromosikan kewirausahaan sebagai gerbang utama untuk pembangunan ekonomi di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.

5. IDX Incubator

Yaitu merupakan program Inkubasi yang bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Program ini memiliki visi yaitu membantu untuk mengembangkan startup digital Indonesia mulai dari segi bisnis, ilegal hingga menuju ke bursa pasar melalui IPO.
Program ini ini bisa di selenggarakan berkat kerja sama BEI dan Bank Mandiri.
BEI memfasilitasi co-working space, pengembangan, pemodalan, workshop, event serta pembinaan dari mentor yang dapat memberikan manfaat untuk para startup.

6. Indigo Creative Nation

Program yang di selenggarakan oleh Telkom ini membantu membangun ekosistem digitalpreneur di Indonesia dengan memfasilitasi industri kreatif digital, akses pasar dan pendanaan.
Program ini merupakan gabungan dari Indigo Accelerator, Indigo Incubator dan Indigo Venture. Dalam program ini memberikan kesempatan bagi para startup untuk merealisasikan karya mereka dalam bentuk ide, produk, bisnis yang sudah mendatangkan pendapatan atau bahkan yang membutuhkan Akselerasi dan dana.
Program ini di peruntukan untuk bisnis di bidang digital.
Nantinya, startup yang terpilih akan di berikan inkubasi selama 1 sampai 18 bulan tergantung tahapannya.

7. Skystar Ventures

Program yang di dirikan oleh Kompas Gramedia dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) ini menawarkan program seed funding dan mentoring.
Fasilitas yang di berikan pun berupa ruang kerja, paparan dengan jaringan Kompas Gramedia serta para investor.
Program yang di peruntukan untuk bidang e-commerce, pendidikan, mobile, social, SaaS, media dan infrastruktur.
Tetapi jika Anda tidak ada dalam bidang itu, tidak akan menjadi masalah.
Sebaiknya startup tersebut sudah ada di tahap awal dengan memiliki konsumen, traksi dan pertumbuhan.

8. Startup Weekend

Program ini memberi kesempatan bagi para pemula untuk memvalidasi ide dan juga mematangkannya.
Dengan mengusung konsep “open mic” para peserta berhak menjelaskan ide yang telah di miliki kepada para hadirin.
Sebisa mungkin untuk meyakinkan, karena akan berguna untuk menemukan tim agar segera bisa merealisasikan ide tersebut.
Jika Anda tertarik untuk mengembangkan bisnis startup, acara ini sangat terbuka untuk siapapun.
Mentor yang di hadirkan pun merupakan mentor yang sudah sukses di bisnis startup dan managing partner dari perusahaan Venture Capital.
Dalam acara tersebut juga di adakan kompetisi, bagi idenya yang terpilih akan mendapatkan kelas privat dengan mentor.
GSI juga memfasilitasi situs website gostartupindonesia yang merupakan layanan untuk para startup.
Dengan tujuan untuk mendorong perusahaan startup agar lebih maju.
Agar startup yang lain juga bisa menjadi startup yang sudah besar namanya, seperti Tokopedia, Bukalapak, Go-jek, Traveloka.
Dalam situs tersebut terdapat update berita, pelatihan, acara, forum diskusi, komunitas, mentor, investor dan kesempatan kerja untuk startup.
Di platform GSI bukan hanya di peruntukan untuk para startup saja.
Tetapi para investor pun bisa berinvestasi dengan startup yang memiliki prospek yang bagus.
Maraknya investor asing yang masuk ke Indonesia sangat membantu pertumbuhan startup.
Namun, hampir 60% pemodalan berasal dari investor lokal.
Hal ini harus terus di tingkatkan agar investor lokal bisa menjadi “raja” bagi startup-startup lokal itu sendiri.
BEI memberlakukan beberapa rules agar perusahaan bisa masuk go public.

 

Inilah beberapa peraturan untuk papan akselerasi.

 

1. Lama Beroperasi

Operasi perusahaan minimal 12 bulan.

2. Laba Usaha

Untuk laba usahanya khusus papan akselerasi khusus boleh tidak membukukan laba namun untuk akhir tahun ke 10 baru boleh di proyeksikan labanya.
Tetapi setelah ada revisi terbaru BEI melakukan vadilasi terhadap perusahaan startup agar bisa mencetak laba selama 6 tahun.

3. Laporan Keuangan

Khusus untuk papan akselerasi audit tahun buku terakhir tanpa memperoleh modifikasi.
Jika pada laporan keuangan tidak ada peningkatan.
BEI akan memanggil perusahaan tersebut untuk menanyakan perihal strategi bisnis agar bisa fokus pada strategi bisnisnya saja.

4. Jumlah Saham

Pencatatan jumlah saham yaitu minimal 20% dari modal yang di setor.

5. Aset

Dalam aset di papan akselerasi boleh memiliki kurang dari 50 Miliar.
Kalau biasanya aset yang nyata dihitung, namun sekarang aset yang “tidak nyata” pun dihitung karena pada bisnis startup banyak aset yang “tidak nyata”.
BEI telah memasuki tahap final dan akan berdiskusi oleh OKJ untuk menentukan targetnya.
Dan setelah target telah di tentukan, aturan papan Akselerasi akan di rilis pada akhir tahun 2018.
“Setelah kita membuat draft dan melemparkannya pada pihak terkait, proses selanjutnya adalah pembicaraan lebih lanjut dengan OKJ, sebelum aturan kita terbitkan,” kata senior Manager State Owned & Regional-Owned Enterprise Privatization, Startup, SME & Foreign Listing IDX Listyorini Dian Pratiwi kepada DailySocial.
Sumber: dailysocial.id

 

Dan, ini beberapa startup yang sudah melakukan Initial Public Offering (IPO), diantaranya:

 

1. Kioson

Pada tahun 2017 berhasil mengumpulkan 45 miliar rupiah melalui IPO.

2. MCash

Adalah perusahaan distribusi digital yang berhasil meraup 206 miliar rupiah pada saat IPO tahun 2017.

3. NFC Indonesia

Merupakan anak dari perusahaan MCash yang pada bulan Juli lalu berhasil meraup 308 miliar rupiah.

4. Pass Pod

Merupakan binaan pertama dari IPO yang menjadi bursa startup pada Oktober lalu dengan dana serapan sebesar 48 miliar rupiah.
Proses inti untuk sebuah perusahaan startup yaitu melalui program Inkubator lalu ke program Akselerasi.
Karena di era yang serba digital ini perusahaan startup akan semakin maju dan terus meningkat.
Banyak keuntungan dari perusahaan startup jika Anda serius dalam menjalankannya.
Untung yang bisa di hasilkan bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Jadi, bagi Anda yang yang merupakan pelaku startup. Anda bisa mengikuti berbagai aturan dan juga program diatas agar bisnis Anda tidak stuck dan bisa berkembang hingga go public.
- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here