Apakah saat ini Anda sedang kebingungan bagaimana caranya supaya profit bisnis Anda meningkat? Ataukah ada di antara Anda yang hobby memberikan diskon gila-gilaan untuk menaikkan omset? Padahal jika Anda menggunakan diskon, belum tentu profit Anda naik. Omset boleh naik karena diskon, tapi profit belum tentu.

Sebenarnya ada beberapa cara lain yang bisa Anda coba untuk menaikkan profit bisnis Anda selain diskon gila-gilaan. Di antaranya :

1) COST REDUCTION

Cost reduction berarti pengurangan biaya. Setiap produk pasti memiliki biaya-biaya produksi di baliknya. Mulai dari harga bahan baku, gaji pegawai, pembelian dan perawatan mesin, biaya marketing, biaya distribusi, riset,dan masih banyak lagi.

Jika Anda ingin melakukan Cost Reduction, Anda harus mengevaluasi kembali bisnis Anda. Sektor mana yang pengeluarannya bisa dihemat atau dikurangi supaya bisnis Anda tidak boros dan Anda bisa mendapatkan profit lebih besar.

2) PRICE INCREASE

Price Increase atau penaikan harga ini merupakan opsi paling mudah, tapi berisiko tinggi. Sebaiknya gunakan Price Increase setelah waktu diskon tertentu.

Misalnya : Anda sedang berbisnis baju dan setiap bulan Anda mengeluarkan koleksi baru. Setiap bulan Anda bisa memberikan embel-embel diskon untuk koleksi baru Anda. Ketika bulan depan Anda mengeluarkan koleksi baru lagi, Andabisa menaikkan harga koleksi baju yang lama. Sehingga customer tidak akan menurun jumlahnya karena masih ada program diskon, tapi Anda tetap bisa mendapatkan kenaikan profit dari panjualan koleksi-koleksi lama.

3) EKSPANSI PASAR BARU

Anda bisa menggunakan cara ini untuk menambah profit bisnis Anda. Anda bisa membuka ceruk pasar baru (niche market baru) untuk meningkatkan profit bisnis Anda.

Misalnya saat ini Anda sedang berbisnis baju casual. Dari bisnis baju casual ini Anda bisa mendapatkan profit hingga Rp 20 jutaan per bulan. Jika Anda ingin mendapatkan profit lebih, Anda bisa mengeluarkan varian produk baju batik untuk dijual di niche market penggemar batik.

4) PERBANYAK FREKUENSI PEMAKAIAN

Trik ini biasanya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang makanan. Contohnya perusahaan penghasil susu kental kalengan. Susu kental bisa diwadahi dalam botol plastik atau sachet. Tapi kenapa sampai sekarang wadah kalengan tetap dipakai? Karena jika memakai wadah kalengan, mau tidak mau konsumen akan membuka wadahnya menggunakan pisau. Jika menggunakan pisau, maka kaleng akan terbuka lebar dan susu akan keluar dalam jumlah banyak. Akibatnya susu kental jadi cepat habis sehingga orang akan segera membeli kembali.

Begitu pula dengan restoran fast food seperti McD atau KFC. Mereka sengaja mengeluarkan beberapa produk minuman atau es krim dengan harga murah di bawah Rp 15.000. Dan mereka juga sering memasang pendingin ruangan dengan suhu yang sangat dingin.

Ini sengaja mereka lakukan supaya pengunjung merasa kedingingan dan cepat lapar. Jadi mau tidak mau mereka akan membeli makanan lagi dan lagi meskipun ke sana niatnya untuk nongkrong dan beli minuman saja.

5) KELUARKAN VARIAN PRODUK DENGAN KEMASAN LEBIH EKONOMIS

Trik ini juga sering digunakan oleh perusahaan produsen makanan, sabun, kosmetik, atau minuman. Dulu susu kental dijual dalam bentuk kalengan. Sekarang mereka juga menjual susu dalam bentuk sachet. Begitu juga dengan shampoo. Dulu shampoo dijual dalam botol. Saat ini kita bisa dengan mudah menemukan shampoo yang dijual dalam bentuk sachet.

Padahal kalau dipiki-pikir, sebenarnya kemasan dalam bentuk sachet harganya lebih boros ketimbang dalam bentuk botol atau kalengan. Tapi konsumen tidak akan merasa harganya mahal, karena mereka membeli dalam ukuran kecil sehingga harga juga terlihat kecil.

Tapi sebenarnya perusahaan juga mendapat profit lebih banyak loh. Barang yang terjual makin banyak, profit juga makin bertambah.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here