Ketika Anda berbisnis, sebenarnya Anda sedang dihadapkan pada dua pilihan. Apakah Anda ingin berhenti sebagai Laopan (bos) ataukah Anda ingin berkembang menjadi Taipan (konglomerat)?

Apa beda Laopan dan Taipan? Laopan belum tentu bisa jadi Taipan. Tapi Taipan sudah pasti jadi Laopan juga.

Ketika Anda menjadi Laopan, Anda cukup memiliki satu bisnis dengan beberapa karyawan di dalamnya. Bisnis Anda bisa jadi telah menghasilkan profit, bisa jadi belum menghasilkan profit. Tapi Anda sudah jadi bos (Laopan) di bisnis Anda sendiri. Seorang Laopan bisa hidup berkelimpahan dari satu bisnisnya saja. Tapi jika bisnisnya gagal dan hancur, ia bisa jadi melarat seketika karena tidak memiliki sumber pemasukan yang lain.

Sedangkan Taipan, ia memiliki banyak bisnis dan semua bisnisnya memberikan pemasukan rutin kepada dirinya. Seorang Taipan adalah bos (Laopan) di dalam banyak bisnis. Tapi ia bukan tipe pribadi yang mau terlalu fokus pada satu bisnis. Prinsip seorang Taipan adalah “Bangun bisnis sekarang, dapatkan profit, segera bangun bisnis lain dan dapatkan profitnya.” Ketika satu bisnis seorang Taipan gagal, ia masih memiliki banyak sumber pemasukan lainnya dan hidupnya tetap berkelimpahan.

Tapi selain itu ternyata ada hal-hal unik yang dilakukan Taipan dalam berbisnis, yakni :

1) TAIPAN ADALAH ORANG YANG BANYAK MAUNYA DAN TIDAK FOKUS

Banyak yang mengajari kita bahwa untuk sukses, maka kita harus fokus dan tidak banyak maunya. Faktanya, Taipan adalah pribadi yang banyak maunya dan tidak fokus. Ketika disodori peluang bisnis baru yang menjanjikan, mereka akan dengan cepat menganalisa dan membangun  bisnis tersebut lalu mendapatkan profitnya.

2) BANYAK TAIPAN YANG TIDAK MEMAHAMI BISNISNYA

Kebiasaan Taipan yang membuka bisnis baru dengan cepat membuat mereka tak lagi memiliki waktu untuk memahami bisnisnya dengan detail. Jika menurut analisa mereka bisnis tersebut berpeluang baik, mereka tak segan-segan menginvestasikan uang dan tenaganya di bisnis baru tersebut. Asalkan peluang dan profitnya jelas terlihat besar.

3) TAIPAN MENGGAJI PARA PROFESIONAL UNTUK MENGELOLA BISNISNYA

Jika Laopan melibatkan dirinya sendiri untuk mengelola bisnisnya, maka Taipan lebih suka menggaji para professional untuk mengerjakan bisnisnya. Taipan tinggal mengevaluasi dan menerima laporan plus profit setiap bulan/setiap tahun.

4) KEBANYAKAN TAIPAN ADALAH ORANG BERPIKIRAN PENDEK

Banyak dari kita yang dituntut untuk berpikir panjang. Ketika kita membangun bisnis, kita sudah terlatih mau seperti apa bisnis kita 5-10 tahun ke depan. Jika perlu kita juga harus memikirkan, dalam 20-30 tahun ke depan, bisnis kita akan jadi seperti apa?

Akhirnya banyak dari kita yang fokus dan menghabiskan waktu tahunan untuk mengejar impian yang telah kita buat puluhan tahun silam.

Apakah Taipan juga menghabiskan puluhan tahun waktunya untuk mengembangkan satu bisnis hingga jatuh bangun berkali-kali? Ternyata tidak.

Taipan adalah tipe orang yang berpikir pendek. Jika bisnis yang ia geluti tidak menghasilkan profit dalam jangka waktu 3 tahun, ia akan meninggalkan bisnis tersebut. Jika perlu, dia hanya akan fokus pada bisnis-bisnis yang cepat menghasilkan profit. Kalau perlu, hari ini tanam modal, bulan depan sudah dapat profit!

5) TAIPAN ADALAH ORANG YANG TIDAK BISA MELEWATKAN KESEMPATAN

Banyak dari kita yang sangat fokus sekali dengan satu bisnis yang kita geluti. Sehingga ketika kita ditawarkan peluang bisnis lain, seringkali kita menampik dan melewatkannya. Bagaimana dengan Taipan?

Taipan adalah tipe manusia yang sangat peka dengan kesempatan. Jika saat ini ia sedang mengerjakan satu bisnis dan ada peluang lain yang lebih menjanjikan, jika ia memiliki kesempatan, ia akan ambil bisnis tersebut!

Terlihat berbeda sekali kan dengan apa yang telah kita pelajari selama ini kan? Jika selama ini kita diajari untuk fokus pada satu bisnis, terjun langsung mengerjakan bisnis kita, berpikiran panjang ke depan, dan menyingkirkan segala hal yang dapat mengganggu bisnis utama kita, maka Taipan justru melakukan hal yang sebaliknya.

Lalu apakah Taipan langsung bertindak seperti poin-poin di atas ketika pertama kali berbisnis? Tentu tidak. Semua Taipan pasti pernah mengalami proses menjadi Laopan (bos), sama seperti kita.

Ketika Taipan masih menjadi Laopan, mereka benar-benar memanfaatkan sekali kesempatan tersebut untuk belajar bisnis dan melatih skill mereka. Ketika bisnis mereka sudah sukses, dengan cepat mereka bergerak dari satu bisnis ke bisnis yang lain.

Mereka tanamkan modal mereka ke bisnis-bisnis baru yang sekiranya menjanjikan, mereka terus mencari peluang baru, dan untuk menghemat waktu, mereka merekrut para professional untuk mengerjakan bisnisnya.

Mentoring Online Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here