Di luar sana, ada agensi atau badan usaha yang khusus menangani social media bisnis orang lain. Biasanya mereka meng-handle bisnis-bisnis yang sosmed-nya tidak sempat diurus oleh pemiliknya. Jadi, pembuatan konten hingga beriklan secara resmi, di-handle oleh pihak ketiga alias si agensi ini.

Wah, enak dong. Owner bisa mengerjakan hal yang lain. Atau, tinggal leha-leha saja, sosmed sudah di-handle orang lain, tinggal tunggu orderan datang?

Hemmm, tidak bisa semudah itu sih. Pasalnya, agensi tetaplah pihak luar. Mereka adalah pihak yang membantu orang lain memasarkan produk orang lain lewat social media. Tapi tentu saja, yang di-handle tidak hanya bisnis Anda saja, tapi juga bisnis-bisnis orang lain juga.

Sehingga, waktu mereka harus terbagi-bagi. Belum lagi karena keterbatasan waktu, maka jasa/bantuan yang mereka tawarkan juga terbatas. Anda tidak memiliki kuasa penuh untuk mengutak-atik aktifitas digital marketing di dalamnya.

Padahal yang paling mengerti bisnis Anda adalah Anda sendiri. Yang paling mengerti produk Anda adalah Anda sendiri. Jadi yang paling mengerti kapan harus mengambil keputusan ABCDE adalah Anda sendiri, termasuk keputusan dalam proses marketing.

Padahal, jika Anda mau mengelola sendiri social media Anda, Anda punya banyak kesempatan untuk bereksplorasi. Ada banyak fitur-fitur yang bisa Anda gunakan, yang mungkin tidak ditawarkan oleh pihak agensi.

Saat Anda meng-handle sendiri social media Anda pun, Anda berkesempatan untuk mengakses data-data yang disajikan Facebook dan Instagram, seperti Audience Insight, data hasil beriklan, post engagement, dsb.

Karenanya jangan malas untuk belajar digital marketing. Di awal memang terasa sulit. Tapi jika dibandingkan dengan meminta bantuan agensi terus-menerus, jauh lebih hemat jika Anda menghandle social media Anda sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here