Dunia sudah berubah. Begitu pula dengan bisnis juga berubah. Dulu manusia membeli barang dengan cara mendatangi toko/pasar dan berinteraksi langsung dengan penjual. Sekarang ini tidak. Perkembangan teknologi digital membuat manusia mengalami proses pembelian yang cukup panjang.

Customer pertamanya akan mengenali produk Anda dari promosi atau iklan yang mereka lihat di televisi, radio, maupun internet (Aware). Setelah itu baru mereka melakukan investigasi tentang produk yang Anda jual dengan mencari informasi sebanyak mungkin di internet (Appeal).

Setelah yakin dengan produk Anda barulah ia menghubungi Anda untuk bertanya-tanya (Ask). Setelah deal, barulah terjadi transaksi dan pembeli pun melakukan transfer untuk pembayaran barang yang ia beli (Action).

Setelah barang tiba di tangan pembeli, pembeli pun dengan senang hati memotret barang tersebut dan mengunggahnya ke media sosial, sehingga teman-temannya mengetahui apa yang telah ia beli dan di mana mereka bisa membeli barang tersebut (Advocate). Proses dari Aware hingga Advocate ini disebut 5A Buyer’s Habit.

Karena proses dalam membeli jadi lebih panjang, maka kita sebagai pebisnis juga harus bisa memodifikasi servis/pelayanan kita kepada customer supaya 5A mereka terpenuhi.Jika 5A mereka terpuaskan, maka keputusan membeli dan proses branding akan lebih cepat tercapai.

Supaya bisa memuaskan 5A konsumen, setidaknya ada 5S yang harus Anda penuhi untuk bisnis Anda, yakni :

  1. STORY (CERITA)

Kemaslah kegiatan promosi Anda dengan cerita yang menarik sehingga bisa membangkitkan ketertarikan customer pada produk Anda (aware). Cerita tidak melulu dicantumkan dalam proses beriklan di Facebook.

Namun cerita juga bisa Anda terapkan dalam setiap proses marketing yang Anda lakukan. Misalnya di social media, saat broadcast Whatsapp/Line, broadcast email, atau meletakkan cerita tersebut pada website. Intinya manusia lebih tertarik pada cerita daripada kalimat penjualan yang lugas.

2. STYLE

Setelah customer Anda mulai tertarik dengan produk Anda (Appeal), buatlah pendekatakan kepada mereka dengan beragam style (gaya). Bisa jadi dengan promo yang menarik, diskon, memainkan emosi mereka, bermain dengan kelangkaan produk, atau bermain dengan membangkitkan kebutuhan mereka.

3. SYNERGY

Ketika customer Anda mulai bertanya-tanya tentang produk Anda, berikanlah mereka akses informasi penuh tentang produk Anda dan biarkan mereka mencari tahu sepuas mereka semua informasi tentang produk Anda. Di sini terjadi sinergi antara penjual dan pembeli. Pembeli mencari informasi produk, penjual harus memberikan semua informasi yang dibutuhkan.

4. SUBSTANCE

Setelah timbul hasrat untuk membeli, berikan penawaran yang WOW supaya customer Anda kebelet untuk beli saat itu juga. Di sini kreatifitas penjual/customer service sangat dibutuhkan. Gampangnya, buatlah sebuah penawaran khusus untuk membuat pembeli cepat-cepat transfer detik itu juga.

5. SURPRISE

Setelah terjadi proses order dan transfer (pembayaran), kejutkan customer Anda dengan beberapa hal yang Anda tambahkan kepada produk/layanan Anda. Misalnya dengan pengiriman yang lebih cepat, kemasan produk yang lebih bagus, menyisipkan produk gratis, jumlah yang sedikit lebih banyak, dan masih banyak lagi.

Pernah membaca istilah “Bubuhkan glazur dalam setiap kue yang Anda jual tanpa diminta oleh pembeli” ?

Arti dari istilah tersebut, tambahkan sesuatu yang lebih kepada pembeli/customer Anda. Jika customer diberi kelebihan, tentu mereka akan sangat senang. Jika mereka senang, akan mudah bagi mereka untuk melakukan proses Advocate, yakni mereferensikan atau mengenalkan produk Anda ke lingkungan mereka, baik lewat foto yang diupload di social media maupun mouth to mouth.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here