Sebelum Anda memulai bisnis online, hal pertama yang harus Anda cari adalah market atau pasar Anda, bukan produk. Pola ini mungkin akan sedikit bertolak belakang dengan metode bisnis offline. Saat berbisnis offline pasti kebanyakan dari Anda berpikir produk apa yang ingin dijual, lalu mencari target marketnya, kemudian mencari lokasi berjualan yang sesuai dengan target market.

Kebanyakan pebisnis online MILYARAN yang saya temui berpikir terbalik, mereka sering kali memulai dengan target market terlebih dahulu, walaupun belum memiliki produk apapun untuk dijual. Atau bahkan belum tahu akan jadi bisnis seperti apa ke depannya.

Mereka menemukan masalah yang dihadapi oleh target market secara online yang menurut mereka bisa diselesaikan. Kemudian target market tersebut diberikan suatu solusi, lalu baru mencari produk yang tepat untuk target market tersebut.
Prosesnya tidak selalu berurutan, namun prinsipnya seperti itu.

Proses menemukan masalah ini bermacam-macam, ada yang memang riset target market menggunakan banyak tools. Ada juga yang secara tidak sengaja menemukan masalah dari target market tersebut. Bahkan ada juga yang menemukannya karena memiliki masalah yang harus diselesaikan pada dirinya sendiri.

Bangun hubungan hingga terbentuk audiens yang dekat, memahami, dan loyal dengan Anda.
Dengan pola seperti ini, tidak akan menjadi masalah walaupun Anda tidak memiliki produk apapun. Jika Anda sudah memiliki audiens yang cukup, maka Anda bisa menjual produk apapun kepada mereka. Dalam beberapa kasus, produk tersebut malah datang dengan sendirinya.

Saya punya seorang teman yang membangun audiens dari berbagi tips dan trik gadget. Setelah audiens terbangun, saat dia menjual gadget atau aksesoris gadget sangat laku keras. Karena trust audiens sudah terbangun dengan baik, jadi apapun yang dijual oleh teman saya ini, pasti akan habis ludes tak bersisa.

Mungkin Anda juga tahu Arief Muhammad? Dulu di dunia twitter dia dikenal sebagai @poconggg. Sekarang dia menjadi youtubers yang bisa meng-influence banyak orang. Setelah subscriber dan followers Instagramnya naik pesat, dia mulai menjual beberapa produk seperti Cakekinian, Mie Bangcad, dan yang terbaru sekarang adalah jualan gadget dengan brand OLshop CuanCuan. Terlihat polanya bukan?

Dia membangun audiens dulu dengan baik, setelah audiens terbangun barulah dia membuat suatu produk untuk dijual di market tersebut. Analogi mudahnya, dia mengumpulkan ikan ke dalam satu kolam, setelah ikannya berkumpul banyak, maka dilempari makanan ikan pasti akan dilahap. Semudah itu, walaupun membangun audiens tidak mudah ya. Butuh konsistensi yang tinggi untuk membangun itu semua.

Jika Anda sudah memiliki produk atau bisnis yang sudah berjalan pada dasarnya prinsip ini tetap berlaku. Bangunlah audiens di seputar produk Anda sambil mempromosikan produk Anda.

Agar bisa membangun audiens yang sesuai, Anda harus mencari hal-hal yang menarik bagi audiens Anda. Dan terkadang hal yang membuat mereka datang untuk pertama kalinya bukanlah produk yang Anda jual. Dalam kasus Arief Muhammad misalnya, subscriber datang kepada dia karena vlog vlog receh yang garing tapi menyenangkan. Apakah produk yang dia jual berkaitan dengan vlognya? Tidak sama sekali, tapi karena audiensnya telah loyal, saat dia jual apapun antriannya pasti panjang luar biasa.

Oleh karena itu, berpikirlah mundur. Jika memang brand Anda belum dikenal atau produk Anda masih baru, maka fokuslah membangun audiens secara online.

 

- IKUTILAH SEKARANG -
marketing instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here