Belakangan ini fenomena start up bermunculan semakin meningkat. Orang-orang pun banyak yang berlomba membuat start up dan mencari permodalan, salah satunya dengan mengajak orang lain untuk menjadi investor.

Berkumpul dengan sesama pegiat start up, membuat kita jadi dipertemukan dengan sebuah fenomena unik. Banyak start up yang berlomba-lomba mengajukan proposal bisnis kepada calon investor, namun hanya sedikit yang diterima.

Usut punya usut, ternyata banyak pemilik start up di Indonesia yang terlalu fokus dalam developing produk, sehingga mereka melupakan yang namanya MARKETING.

Padahal marketing adalah elemen penting dalam bisnis. Tanpa marketing, sebuah bisnis tidak akan mampu menjangkau konsumennya sehingga tidak akan ada produk yang terjual. Jika tidak ada produk terjual, bagaimana sebuah bisnis akan mendapatkan pemasukan atau revenue?

Padahal sebagai investor, tentunya mereka ingin supaya uang mereka bisa kembali dan mendapat profit. Profit yang dihasilkan suatu bisnis tergantung juga pada MARKETING bisnis tersebut.

Investor tidak akan terlalu peduli pada pengembangan produk Anda, meskipun pengembangan produk juga penting dalam bisnis. Mereka akan melihat dulu bagaimana Anda menghasilkan uang. Bagaimana MARKETING yang Anda gunakan. Berapa kira-kira uang yang bisa Anda hasilkan dari bisnis Anda.

Jika menurut mereka bisnis Anda mampu menghasilkan uang besar, maka mereka tidak akan segan-segan menginvestasikan uangnya kepada Anda. Karena itu dalam mengajukan proposal bisnis, utarakan dahulu PELUANG PASAR dan POTENSI KEUNTUNGAN yang bisa dihasilkan oleh bisnis Anda supaya investor tertarik. Baru kemudian diikuti oleh produk, manajemen sumber daya manusia, dan sebagainya.

 

Mentoring Online Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here