Indonesia memiliki masyarakat yang terbagi ke dalam tiga kelas, yakni kelas bawah, menengah, dan atas. Kelas bawah bisa dikatakan mereka yang berpenghasilan minim, atau tidak berpenghasilan sama sekali. Sedangkan kelas menengah ditandai dengan mereka yang berpenghasilan cukup (di atas upah minimum regional), mampu membeli beberapa kebutuhan hedonik, dan mampu hidup dengan gaya hidup lebih baik daripada kelas bawah. Sedangkan untuk kelas atas ditandai dengan penghasilan di atas rata-rata dan gaya hidup yang mewah dan memiliki harta berlebih.

Indonesia didominasi oleh kelas menengah. Karenanya produk-produk dengan harga menengah ke bawah sangat laris dijual di Indonesia. Tapi mengapa banyak orang yang berhenti menjadi kelas menengah? Mengapa hanya sedikit sekali yang menjadi kelas atas?

Jika Anda saat ini masih berada di kelas menengah (atau ke bawah), sebaiknya hindari hal-hal berikut ini supaya Anda bisa naik level menjadi kelas atas/kaya :

  1. ORANG MENENGAH SIBUK MENAMBAH TABUNGAN, ORANG KAYA SIBUK MENAMBAH PENDAPATAN

Sejak kecil kita memang diajarkan untuk selalu giat menabung, dengan alasan jika sewaktu-waktu kita membutuhkan dana darurat, maka uang tabungan kita bisa menjadi penyelamat. Tapi hampir tidak ada orang tua yang mengajarkan anaknya untuk memperbesar pendapatannya. Sehingga ketika kita dewasa, kita sibuk untuk mengencangkan pengeluaran supaya bisa menabung lebih banyak.

Padahal orang kaya selalu sibuk memperbesar pendapatannya, bukannya terlalu fokus menambah tabungannya. Karena ketika mereka memiliki pendapatan semakin besar, tabungan mereka juga otomatis bertambah.

2. ORANG MENENGAH MENGHABISKAN UANGNYA UNTUK TERLIHAT KAYA, ORANG KAYA MEMUTAR UANGNYA UNTUK MENJADI LEBIH KAYA

Tidak semua orang yang hobby memakai pakaian bermerk, gadget terbaru, dan mobil baru adalah orang kaya sungguhan. Bisa jadi mereka adalah orang yang berusaha terlihat kaya dengan membelanjakan penghasilannya untuk keperluan konsumtif yang mahal. Akhirnya penghasilan mereka habis untuk membayar cicilan atas barang-barang yang mereka beli.

Di saat warga kelas menengah sibuk membeli barang-barang mahal, orang yang sungguhan kaya malah sibuk memutar uangnya untuk menambah harta mereka. Mereka tidak begitu mempedulikan harus memakai barang branded atau mobil baru. Bagi orang kaya, yang penting kekayaan mereka berlipat ganda duluan.

3. ORANG MENENGAH MUDAH MERASA JAGO SEDANGKAN ORANG KAYA SELALU MERASA PERLU BELAJAR DAN BERKEMBANG

Orang yang beneran kaya akan selalu merasa pengetahuannya masih kurang, masih harus banyak belajar lagi, dan merasa rendah. Karenanya orang yang betulan kaya tidak segan untuk mengikuti banyak pelatihan pengembangan diri dan membaca banyak buku. Mereka juga selalu menyempatkan diri untuk belajar dari orang lain yang dianggap lebih sukses.

Sedangkan orang menengah kebanyakan sudah merasa pintar duluan. Padahal yang mereka pelajari dan ketahui masih sedikit. Masih banyak pengetahuan di luar kepala mereka yang belum terserap. Tapi mereka selalu menganggap bahwa mereka sudah bisa dan mengetahui banyak hal.

4. ORANG KAYA TIDAK SEKONSUMTIF ORANG MENENGAH, MESKIPUN PENGELUARANNYA LEBIH BESAR

Orang kaya memang memiliki jumlah pengeluaran lebih banyak daripada kelas menengah. Tapi jika dibandingkan dengan kelas menengah, pengeluaran orang kaya masih berada dalam taraf wajar. Mereka selalu berusaha supaya uang yang mereka keluarkan benar-benar karena perlu atau untuk diputar lagi menjadi investasi yang produktif. Sebisa mungkin, orang yang kaya menekan pengeluaran yang bersifat konsumtif atau sekedar menghambur-hamburkan uang.

Sedangkan orang menengah kebanyakan pengeluaran mereka habis untuk hal-hal konsumtif. Baik karena dorongan dalam diri sendiri atau ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungannya bahwa ia adalah orang “mampu”.

5. ORANG MENENGAH TAKUT BERMIMPI BESAR, PADAHAL ORANG KAYA SIBUK MEMASANG TARGET TINGGI

Orang kaya yang hidup makmur memiliki target hidup yang tinggi. Di saat orang kelas menengah menganggap target hidup tersebut berlebihan atau mustahil, orang kaya justru bekerja keras supaya bisa meraihnya. Di lain pihak, warga kelas menengah kebanyakan hanya menjadi penonton tanpa mau mencoba dan berusaha. Akhirnya orang kaya akan semakin kaya, dan warga kelas menengah akan tetap menjadi kelas menengah.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here