Selama ini kita sering beranggapan bahwa entrepreneur dengan pebisnis adalah sama. Secara garis besar dan harfiah, entrepreneur dan pebisnis adalah dua orang yang sama-sama memiliki bisnis. Tapi secara mendasar, keduanya memiliki perbedaan. Anda mau sekedar menjadi pebisnis atau mau jadi entrepreneur sekalian? Apa sih perbedaannya?

1) PASSION

Meskipun sama-sama bekerja membangun bisnis dan mencari keuntungan, tapi passion menjadi hal mendasar yang membedakan antara entrepreneur dan pebisnis. Pebisnis cenderung mengerjakan bisnisnya karena benar-benar mengejar keuntungan atau profit dari bisnisnya. Sedangkan seorang entrepreneur tidak hanya mengejar profit. Ia juga memiliki passion terhadap apa yang ia kerjakan.

2) SAAT MENGHADAPI PERUBAHAN

Banyak pebisnis yang tidak siap menghadapi perubahan. Padahal bisnis adalah sesuatu yang dinamis dan berubah-ubah. Kebanyakan pebisnis masih berkutat pada metode kuno, sehingga saat ada fenomena yang berubah, kebanyakan dari mereka tidak siap menghadapinya. Sedangkan entrepreneur sudah memahami sejak awal bahwa bisnis itu dinamis. Mereka juga telah mempersiapkan mental mereka untuk siap mengalami perubahan.

3) HARAPAN UNTUK PERKEMBANGAN BISNIS

Enterpreneur memiliki dream yang tinggi dan jelas. Ia sudah tahu akan dibawa ke arah mana bisnisnya ke depannya. Sedangkan pebisnis kurang begitu memikirkan akan dibawa kemana bisnis mereka. Selama masih memberikan keuntungan, mereka rawan untuk terjebak di zona nyaman.

4) VISI KE DEPAN

Pebisnis biasanya fokus terhadap apa yang mereka kerjakan saat ini. Pikiran mereka hanyalah bagaimana caranya mencetak profit sebanyak mungkin untuk memenuhi segala kebutuhan hidup dan rumah tangga. Sedangkan entrepreneur tak hanya memikirkan profit. Ia juga berpikir akan seperti apa perusahaan mereka beberapa tahun mendatang.

5) ETOS KERJA

Enterpreneur sejati akan benar-benar mengorbankan dirinya untuk bekerja membangun bisnisnya. Sedangkan pebisnis bekerja ala kadarnya. Jika ada peluang lain yang lebih menguntungkan, pebisnis tergoda untuk mengerjakan peluang bisnis tersebut. Padahal bisnis yang mereka bangun sendiri belum memberikan profit yang signifikan. Akhirnya jarang ada pebisnis yang bisnisnya benar-benar menjadi sangat besar dan melegenda.

6) MENCARI PELUANG BARU

Enterpreneur sangat terbuka kepada peluang-peluang yang ada. Tentunya peluang itu akan diambil setelah bisnis yang mereka kerjakan sudah berjalan dengan baik dan terbukti mendatangkan profit yang banyak setiap bulannya. Setelah itu mereka akan bergerak mencari peluang-peluang baru untuk dikerjakan.

Sedangkan pebisnis umumnya jalan di tempat dalam satu bisnis mereka. Mereka tidak terlalu tertarik dengan beragam peluang baru, entah karena sudah merasa lelah membangun bisnis atau tidak mau repot-repot menghabiskan tenaganya untuk menangkap peluang lainnya.

Namun sejatinya bisnis itu akan mengalami kenaikan dan penuruan, dan bisnis itu dinamis sekali. Jika kita tidak pandai dalam menangkap peluang yang ada, maka kita akan terjebak dalam resiko yang besar sebenarnya. Jika satu bisnis Anda tiba-tiba gagal atau bangkrut, Anda tidak memiliki cadangan bisnis lain untuk memberikan pemasukan bagi Anda.

Menjadi pebisnis belum tentu menjadi entrepreneur. Tapi menjadi entrepreneur sudah pasti seorang pebisnis juga. Mau menjadi tipe enetrpreneur atau pebisnis, semuanya terserah Anda.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here