Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan mengirim orang yang ingin bekerja sama dengan bisnis kita, baik menjadi pemodal/investor, maupun menjalin kerja sama model lain yang sangat menguntungkan untuk bisnis kita.

Ada sebuah cerita yang menarik tentang perjalanan seorang pemodal dengan seorang pengusaha start up.

Suatu hari seorang pengusaha start up hendak menaiki lift untuk menuju ruangan di lantai 20. Kebetulan ia ada janji meeting dengan calon buyer di sana.

Ia naik lift bersamaan dengan seseorang yang tidak ia kenal dari lantai bawah (lobby gedung). Karena lantai 20 berada di atas, tentunya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencapai ke atas.

Daripada berdiam diri, akhirnya si pengusaha mencoba menyapa orang tersebut. Dan jadilah mereka saling memperkenalkan diri. Dan si pengusaha pun menyebutkan bahwa ia memiliki sebuah bisnis sebagai mata pencahariannya.

Tak disangka, ternyata orang tersebut tertarik mengetahui bisnis apa yang sedang digeluti lawan bicaranya. Si pengusaha pun menunjukkan foto-foto bisnisnya yang memang selalu ia simpan dalam handphone dan mulai menceritakan bisnisnya secara singkat, tentang apa produk yang dia jual, dan siapa saja yang membeli produknya.

Percakapan pun berlanjut ketika mereka sudah keluar dari lift. Orang tersebut akhirnya mencetuskan pertanyaan :

“Berapa omset Anda sebulan? Dari situ, Anda bisa dapat profit berapa?”

Si pengusaha pun tak ragu-ragu menjawab dan menceritakan berapa omset yang ia raih dan berapa keuntungan bulanan yang berhasil ia raup dari penjualan produknya.

Di luar dugaan, orang tersebut pun mengeluarkan pertanyaan “Apa Anda tidak membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan bisnis Anda? Saya rasa, bisnis Anda masih bisa berkembang lebih besar lagi.”

Si pengusaha tentu saja terperanjat mendengar pertanyaan orang tersebut. Setelah ditelusuri, ternyata orang tersebut memiliki banyak dana yang menganggur dan ia ingin sekali supaya uangnya berkembang. Yah, orang yang diajak bicara pengusaha tersebut ternyata adalah seorang investor!

Melihat perkembangan bisnis pengusaha tersebut, sang investor ternyata tertarik. Dan pertanyaannya pun berujung pada “Berapa modal yang kamu butuhkan?”

Si pengusaha pun menjawab bahwa ia membutuhkan dana sekian. Si investor lalu mengeluarkan kartu nama dan mengajak si pengusaha untuk berdiskusi lebih lanjut. Beberapa hari kemudia, investor tersebut pun menanamkan modalnya di bisnis pengusaha tersebut.

Terlihat simple dan hoki sekali ya si pengusaha tersebut? Tapi sejatinya tidak.

Pengusaha tersebut kebetulan bertemu dengan kesempatan ketika ia telah menyiapkan diri. Ia telah berusaha membangun bisnisnya hingga berkembang dan profitable. Ia juga selalu mempersiapkan dokumentasi bisnisnya di handphone supaya bisa sewaktu-waktu ia ceritakan kepada siapa saja yang tertarik, bahkan kepada orang yang baru dikenal sekalipun.

Kita tak pernah tahu, kapan dan siapa orang yang tertarik dengan bisnis kita akan datang dan menjadi pemodal kita. Karenanya, selalu siapkan dokumentasi bisnis Anda di handphone/gadget Anda.

Siapkan juga materi yang bisa Anda ceritakan jika ada orang yang bertanya tentang bisnis Anda. Sehingga, Anda bisa bercerita dengan luwes meskipun pada orang yang baru dikenal, seperti si pengusaha start up tadi.

Biasanya sih orang tidak akan jauh-jauh dari bertanya bisnis Anda apa, bagaimana Anda menjual produk Anda, berapa omset Anda, dan berapa profit Anda setiap bulan dari bisnis tersebut. Jika ada orang bertanya sebanyak itu, ladeni saja. Siapa tahu dia memiliki uang berlebih dan tertarik mendanai Anda.

Proses di atas sering disebut sebagai Elevator Pitch atau presentasi bisnis kepada orang yang baru dikenal dalam waktu yang sangat singkat. Teknik presentasi ini sering dipakai oleh pemilik start up dari Negara maju. Dan tak jarang dari mereka berhasil mendapatkan investor dari presentasi singkat tersebut.

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here