Marketing adalah jantung bagi sebuah bisnis. Strategi marketing yang baik akan mampu menghasilkan banyak penjualan. Semakin banyak penjualan, semakin tinggi profit yang bisa didapat untuk bisnis Anda.

Masalahnya di era informasi saat ini, sangat memudahkan orang lain untuk membuka bisnis dan persaingan jadi semakin ketat. Belum lagi kondisi ekonomi dan politik yang sedang hangat-panas, membuat masyarakat sedikit melemah daya belinya. Sehingga kita harus lebih kreatif dalam memasarkan bisnis kita supaya orang-orang mau berbondong-bondong membeli produk kita.

Untuk bisa mendapatkan ide-ide marketing yang fresh dan out of the box, kita memang harus banyak-banyak melakukan brain storming (eksplorasi pemikiran) supaya bisa menelurkan ide marketing yang jitu. Selain itu kita juga harus rajin mencari inspirasi tentang teknik-teknik marketing yang sedang hangat, mulai dari mengikuti seminar, membaca buku, atau pun ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari pesaing.

Zaman sekarang teknik promosi sudah banyak macamnya. Semakin kreatif, semakin beragam metodenya. Tapi berhati-hatilah juga dalam memilih metode marketing yang tepat. Karena sembarangan memilih metode marketing, bisa menjadi boomerang yang akan melumpuhkan bisnis Anda sendiri.

Paling tidak,rambu-rambu dalam mengeksekusi ide pemasaran Anda harus memenuhi pedoman berikut ini :

  1. KONSISTEN ADALAH KUNCI KEBERHASILAN PEMASARAN

Jika Anda ingin brand atau bisnis Anda dikenal dan diingat-ingat oleh calon konsumen Anda, maka Anda harus konsisten dalam memberikan promo. Jangan sampai Anda memberikan promo yang jadwalnya hingga tanggal 30, tiba-tiba sudah Anda berhentikan di tanggal 15.

Konsisten adalah kunci keberhasilan sebuah bisnis. Jika Anda plin-plan, orang jadi malas untuk respek terhadap bisnis Anda. Jika sudah tidak respek, bagaimana mau membeli?

2. JANGAN MEMBUAT TEKNIK MARKETING YANG BLUNDER

Teknik marketing ada banyak. Semakin bergam, semakin kreatif, dan semakin menantang dari waktu ke waktu. Tapi hati-hati, jangan sampai teknik marketing Anda jadi blunder alias membuat bingung dan awkward konsumen Anda sendiri. Kalau sudah blunder, konsumen jadi mudah kehilangan awareness terhadap bisnis Anda.

Contohnya seperti yang pernah dilakukan McD saat meluncurkan promo “Just Pay with Lovin”. Saat itu McD akan memilih secara acak konsumen mana yang berhak mendapatkan gratis makanan dari Mcd, dengan syarat harus memberikan tindakan yang melambangkan cinta kepada orang lain, seperti mengajak orang lain high five, menyatakan cinta kepada keluarga/pasangan, atau mengajak orang lain menari.

Pernah suatu ketika konsumen McD yang terpilih diminta untuk mengajak pengunjung lain untuk menari bersama supaya mendapatkan gratis makanan apapun. Sayangnya karena konsumen tersebut pemalu dan tidak bisa menari, yang terjadi justru kecanggungan. Akhirnya kasir McD pun harus bersusah payah mengajak pengunjung lain untuk menari.

Padahal kasir bukan sales atau Public Relation yang memang pekerjaannya adalah menarik perhatian konsumen. Jelas bisa ditebak bagaimana kondisi selanjutnya. Restoran McD tersebut jadi awkward dan pengunjung malah jadi tidak nyaman. Setelah itu, pengunjung pasti ada yang kapok untuk datang ke McD kembali.

3. JANGAN BERBOHONG/LEBAY

Memberikan promo memang perlu. Tapi jangan berlebihan, apalagi berdusta. Jika Anda berlebihan (misalnya kualitas produk yang didiskon adalah A, tapi Anda bilang A+), tentunya akan mendatangkan kekecewaan kepada konsumen.

Jika Anda membuat promo Beli produk AB gratis C, berikanlah produk C tersebut kepada konsumen. Jangan sampai tidak, apalagi pakai alasan produk C habis. Jika Anda bertindak demikian, konsumen justru akan menilai Anda hanya membual atau tidak serius. Kalau sudah begitu, mereka akan malas untuk menjadi pelanggan Anda.

Mentoring Online Gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here