Tak mampu mendapatkan akses permodalan dari bank? Cobalah mengajak orang lain menjadi investor Anda.

Investor itu tidak melulu identik dengan pemodal besar yang berasal dari lembaga ventura atau lembaga investasi lainnya. Investor juga bisa jadi teman atau kenalan atau saudara Anda sendiri yang memiliki uang berlebih dan ingin uang mereka berkembang.

Tawarkan mereka untuk menanamkan uang mereka di bisnis Anda. Karenanya, selalu siapkan Bussines Plan sederhana yang berisi preview usaha Anda dan perhitungan keuangan supaya jika sewaktu-waktu ada orang lain tertarik dengan bisnis Anda, Anda bisa langsung bernegosiasi dan mengajak mereka menjadi investor.

Mengajak investor juga menjadi solusi yang cukup bagus bagi bisnis Anda. Anda cukup berbagi keuntungan usaha setelah bisnis Anda balik modal selama waktu yang telah ditentukan. Tidak seperti meminjam uang di bank yang mewajibkan Anda membayar cicilan sejak bulan pertama, meskipun sebenarnya bisnis Anda masih belum balik modal.

Tapi tidak setiap orang yang Anda ajak menjadi investor mau menanamkan uangnya di bisnis Anda. Paling tidak, ada 3 alasan utama yang membuat mereka mau berinvestasi :

  1. SIAPA DAN BAGAIMANA ANDA

Hal yang pertama dinilai seorang investor sudah pasti adalah diri Anda sendiri. Percuma Anda membuat Bussines Plan yang sangat bagus jika Anda sendiri belum memiliki kapasitas untuk mengelola bisnis Anda hingga sukses.

Paling tidak ada beberapa pertimbangan berikut yang menentukan apakah investor mau menitipkan uangnya kepada Anda :

  • Apakah Anda sudah memiliki pengalaman dalam berbisnis?
  • Jika ya, apakah bisnis Anda sukses?
  • Apakah Anda sudah pernah bangkrut?
  • Apakah Anda pribadi yang cepat bangkit dari kegagalan?
  • Apakah Anda mampu memimpin karyawan-karyawan Anda?
  • Apakah Anda pribadi yang jujur dan bertanggung jawab?
  • Apakah Anda yakin dengan bisnis Anda sendiri?

Biasanya investor lebih menyukai entrepreneur yang sudah pernah gagal/bangkrut tapi berhasil membawa kesuksesan kepada bisnisnya setelah bangkrut tersebut.

Karena entrepreneur yang sudah pernah bangkrut dan berhasil bangkit lagi dinilai memiliki tekad yang kuat dan mental yang tangguh. Sedangkan jika belum pernah gagal sama sekali, investor akan kesulitan menilai sampai mana kemampuan Anda.

2. BAGAIMANA PRODUK ANDA

Setelah mempertimbangkan diri Anda, hal selanjutnya yang dinilai investor adalah produk Anda.

Bagaimana produk Anda dapat menjadi solusi bagi masalah masyarakat, bagaimana produk Anda bisa memenangkan persaingan di pasaran, apakah produk Anda akan terus diminati pasar, serta apakah produk Anda mudah dijiplak oleh orang lain adalah sederet pertanyaan yang akan membantu investor untuk menilai apakah produk Anda layak atau tidak untuk dimodali.

3. BAGAIMANA PERKEMBANGAN PASAR UNTUK PRODUK ANDA

Hal terakhir yang menjadi pertimbangan besar seorang investor adalah perekmbangan pasar. Investor sangat menyukai pangsa pasar yang terus berkembang dan bertumbuh. Mereka tidak menyukai pangsa pasar yang sifatnya musiman/sementara, seperti trend batu akik, spinner, bunga gelombang cinta, atau masih banyak lagi.

Investor sangat menyukai bisnis yang pangsa pasarnya terus naik dari tahun ke tahun, seperti pangsa pasar untuk bisnis kuliner berbasis restoran/kafe, pangsa pasar untuk industri fashion, atau pangsa pasar untuk industri pariwisata.

Jika bisnis Anda memiliki pangsa pasar yang terus bertumbuh dan produk Anda bagus, maka jangan ragu untuk menawarkannya kepada investor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here