Menjadi pewaris bisnis orang tua memang memiliki tantangan tersendiri. Perusahaan sudah ada, sistem sudah terbentuk, dan si anak tinggal meneruskan dan mengembangkan.

Problematika sosial biasanya muncul dan dialami oleh anak yang mewarisi bisnis keluarga. Dianggap “tinggal terima enaknya saja”, dianggap tidak akan secakap orang tuanya saat menjalankan perusahaan, dan sederet tudingan miring lainnya kerap menerpa generasi penerus bisnis orang tua.

Memang, mendapatkan warisan bisnis dari orang tua tidak akan sesulit memulai bisnis sendiri dari nol. Namun tidak berarti mewarisi bisnis orang tua berarti tinggal makan enaknya saja. Banyak juga anak-anak yang mewarisi bisnis orang tua dalam kondisi bisnis orang tuanya sedang collapse, atau mereka harus bekerja ekstra keras dibandingkan karyawan-karyawan lainnya demi memahami seluk beluk bisnis orang tuanya dalam waktu cepat.

Tak dipungkiri stigma negatif kerap melanda anak yang mewarisi bisnis orang tuanya, bahwa kepemimpinan anak di bisnis tersebut bisa jadi justru menurunkan kejayaan bisnis itu sendiri. Perbedaan usia, pengalaman, dan idealisme anak pewaris kerap kali menjadi faktor pemicu menurunnya performa bisnis keluarga.

Apakah Anda saat ini merupakan pewaris bisnis orang tua? Jangan pernah abaikan tips berikut ini supaya Anda bisa membawa kesuksesan lebih besar kepada bisnis yang Anda geluti :

1. JANGAN MELUPAKAN “UNDANG-UNDANG DASAR” PERUSAHAAN YANG TELAH DIRINTIS OLEH ORANG TUA

 

 

Setiap bisnis pasti memiliki Undang-Undang Dasar atau prinsip-prinsip yang menjadi pondasi atau landasan bagi perusahaan untuk berdiri dan tumbuh. Sebagai penerus bisnis, jangan sampai Anda menghapus prinsip-prinsip tersebut, dengan alasan prinsip yang diterapkan oleh orang tua Anda sudah kuno di mata Anda. Jika prinsip-prinsip tersebut terbukti mampu membawa bisnis orang tua Anda berkembang baik selama bertahun-tahun, mengapa harus dihapuskan?

2. BEKERJALAH DARI HULU KE HILIR SUPAYA BISA MERASAKAN SETIAP PROBLEMATIKA DALAM PERUSAHAAN

 

 

Generasi penerus bisnis yang mampu membawa kejayaan pada perusahaan orang tuanya biasanya dilatih sangat keras oleh orang tua mereka. Orang tua mereka tak segan menempatkan anak-anak mereka di bagian terendah (hilir) dalam perusahaan sebelum sedikit demi sedikit dinaikkan hingga level direktur (hulu).

Dengan pernah memiliki pengalaman bekerja di berbagai bidang, Anda akan peka terhadap kebutuhan dan persoalan yang terjadi di setiap bidang. Sehingga ke depannya, Anda tidak salah mengambil keputusan karena sudah memahami kinerja masing-masing bidang dengan baik.

Tak peduli apakah Anda lulusan universitas bergengsi atau alumni perguruan tinggi luar negeri sekalipun, Anda tetap harus legowo jika ditempatkan di bagian terendah dalam perusahaan Anda.

3. TINGGALKAN IDEALISME ANDA

 

 

Anak biasanya memiliki idealisme sendiri dalam berbisnis. Jangan melulu menuruti idealisme Anda dalam berbisnis jika belum mampu membuktikan bahwa pemikiran Anda pasti benar. Sebaiknya ikuti dulu peraturan dan sistem perusahaan yang sudah berjalan.

4. JANGAN PERNAH MERASA PUAS

 

 

Memimpin bisnis keluarga itu sebuah seni. Anda tidak perlu susah-susah belajar dari nol dan trial error berulang kali. Sudah ada orang tua yang mengajari Anda dan menjadi mentor untuk Anda. Namun bukan berarti Anda bisa bersantai saja. Anda tetap harus kerja keras dan tidak cepat puas atas pencapaian-pencapaian Anda.

5.  APA YANG DIPELAJARI DI SEKOLAH, BELUM TENTU COCOK UNTUK PERUSAHAAN

 

 

Sekolah memberikan ilmu belum tentu semuanya cocok diaplikasikan pada perusahaan. Di sekolah Anda kebanyakan mempelajari teori. Sedangkan ketika mengelola bisnis langsung, Anda dituntut untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada secara cepat dan ulet.

Bisa jadi di beberapa bagian ada yang tidak cocok dengan teori yang diajarkan di sekolah. Tidak masalah, selama hal tersebut terbukti mampu menjadikan perusahaan tumbuh, Anda tidak perlu bersikeras menerapkan semua teori di sekolah dalam bisnis orang tua Anda.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here