Ketika Anda membuka bisnis, akan muncul banyak biaya yang harus Anda keluarkan sebagai biaya operasional. Tapi di tengah kedinamisan kondisi ekonomi saat ini, sebaiknya Anda mengevaluasi kembali bisnis Anda dan memangkas pengeluaran-pengeluaran tertentu agar bisnis Anda hemat biaya dan Anda bisa memperoleh profit yang besar.

Yang terpenting, cash flow Anda jalan terus. Agar cash flow lancar, jangan boros dalam pengeluaran. Coba perhatikan hal-hal berikut ini :

1) PERKETAT BUDGET MARKETING ANDA

Kebanyakan start up mengalami pembengkakan biaya untuk marketing. Anda sebenarnya bisa memangkas budget untuk marketing Anda. Coba terapkan hal-hal berikut ini untuk berhemat :

  • Beri jangka waktu untuk split test. Misalnya dalam 3 bulan di awal Anda akan split test berbagai macam iklan. Usahakan setelah melewati 3 bulan tersebut, Anda sudah menemukan winning campaign. Jadi selanjutnya tinggal scale up dan men-tracking konversi. Jangan terjebak dalam proses split test terus menerus. Karena terlalu sering split test bisa membuat uang Anda boros.
  • Jangan buru-buru endorse artis atau selebgram. Biayanya mahal dan belum tentu balik modal. Sebaiknya lakukan endorse setelah profit bisnis Anda stabil.
  • Imbangi dengan teknik gratisan. Jangan pakai berbayar melulu. Teknik gratisan juga bisa Anda pakai untuk meningkatkan follower dan menaikkan volume penjualan.

2) PERHATIKAN PAJAK

Pajak juga bisa menjadi momok bagi pengusaha pemula. Hati-hati terhadap pajak. Sedini mungkin, perkaya pengetahuan Anda tentang perpajakan. Jenis-jenis pajak apa saja yang harus Anda bayar, berapa besar jumlahnya, dan kapan harus dibayar. Jangan sampai Anda menganggap remeh pajak. Sudah banyak loh pengusaha yang tiba-tiba terkena denda besar karena tidak pernah melaporkan bisnisnya. Niatnya mau menghindari pajak untuk berhemat, malah jadi boros karena harus membayar pajak beserta dendanya.

3) GO PAPERLESS

Sering berbelanja kertas dan alat tulis untuk keperluan kantor juga bisa jadi pemborosan. Manfaatkan gadget yang Anda miliki. Sebisa mungkin, kurangi penggunaan kertas. Saat ini teknologi sudah canggih. Tidak perlu cetak-mencetak laporan jika ingin evaluasi. Bisa diimpor ke dalam Excel lalu di-share ke rekan kerja lewat email atau Google Drive.

4) JANGAN TERLALU FOKUS PADA DESAIN INTERIOR KANTOR

Banyak pemilik start up yang terlalu concern kepada desain interior kantor mereka. Memang, mendesain kantor agar senyaman mungkin untuk bekerja sangat diperlukan. Tapi di awal pembangunan start up, terlalu berkonsentrasi terhadap interior kantor bisa menimbulkan pemborosan tersendiri.

5) COBALAH BARTER DENGAN KOLEGA ANDA

Upayakan untuk melakukan kerja sama dengan sistem barter, supaya Anda tidak sedikit-sedikit keluar uang untuk membayar.

Misalnya Anda sedang berbisnis baju. Saat ini Anda sedang membutuhkan jasa fotografer dan make up artist untuk pemotretan koleksi baju terbaru Anda. Anda bisa mengajak kolega Anda untuk barter. Mereka memberikan jasa mereka kepada Anda dengan gratis, dan Anda ikut mempromosikan mereka di toko online Anda sebagai timbal balik.

Tak hanya di bidang fashion dan fotografi. Masih banyak jenis kerja sama model barter yang bisa Anda kerjakan berdua dengan kolega Anda.

6) MAKSIMALKAN PRODUK ANDA

Jika membuat produk, jangan tanggung-tanggung. Buatlah produk yang kualitasnya maksimal. Asalkan tidak melanggar batas Harga Pokok Produksi, terus maksimalkan produk Anda. Berinovasilah terus menerus.

Gunanya agar customer Anda semakin puas memakai produk Anda. Sehingga harapannya, mereka mau dengan sukarela merekomendasikan produk Anda ke teman-teman mereka yang lain. Jika produk Anda benar-benar berkualitas bagus, customer tidak akan segan merekomendasikannya kepada teman-teman mereka.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here