Untuk mengetahui bisnis Anda berkembang atau tidak, tentunya Anda harus memiliki ukuran-ukuran yang bisa Anda gunakan untuk mengevaluasi bisnis Anda. Tidak ada patokan yang pasti tentang ukuran ini. Masing-masing pengusaha bisa saja memiliki patokan ukuran yang berbeda-beda.

Misalnya Anda memiliki bisnis restoran. Anda harus memberikan patokan ukuran supaya bisa menentukan apakah bisnis Anda berkembang atau tidak. Misalnya : di akhir tahun Anda harus memiliki 200 kunjungan per hari, dalam sehari harus mampu menjual 250 porsi makanan, dsb.

Patokan ukuran ini nantinya bisa memudahkan Anda untuk mengatur strategi bagaimana caranya untuk mencapai ukuran-ukuran tersebut.

Ukuran ini nantinya juga akan mengacu pada GROWTH alias pertumbuhan bisnis Anda. Anda tetapkan setiap tahun berapa growth untuk pertumbuhan bisnis Anda. Misalnya di tahun pertama Anda harus mendapatkan 100 customer per hari, maka di tahun kedua Anda harus mendapatkan 200 customer per hari, di tahun ketiga harus mendapatkan 300 customer per hari, dan seterusnya.

Jika bisnis Anda mampu mencapai angka-angka tersebut, maka bisnis Anda dapat dikatakan memiliki GROWTH yang bagus.

Growth juga tidak melulu tentang pencapaian jumlah customer dan penjualan yang terus bertambah. Growth juga dapat digunakan sebagai indikasi kenaikan jumlah karyawan, kenaikan jumlah relasi binaan (untuk bisnis sosial), dan masih banyak lagi.

Sebuah bisnis start up harus sudah berhasil mencapai traksi sebelum kehabisan dana. Namun syarat untuk mendapatkan traksi ini, bisnis Anda growth-nya sudah harus bagus dulu.

Traksi di sini diartikan sebagai sumber daya tambahan yang berguna untuk melejitkan perkembangan bisnis, biasanya terkait dengan pendanaan.

Di awal membuka bisnis, Anda akan banyak menghabiskan modal untuk menumbuhkan bisnis Anda. Gunakan modal Anda untuk mengakuisisi sebanyak mungkin target market Anda. Gampangnya, buatlah target tahunan supaya pertumbuhan bisnis Anda bagus.

Namun bisa saja bisnis Anda akan mengalami kehabisan dana sebelum profit, karena seluruh modal telah habis untuk growth (mengakuisisi pasar, memperkenalkan brand, menambah karyawan, dsb).

Sebelum kehabisan dana, bisnis Anda sudah harus mendapatkan traksi. Di level ini, bisnis Anda sudah memiliki pangsa pasar yang jelas (sudah memiliki banyak akuisisi pasar/pelanggan/user), brand dari bisnis Anda sudah melekat di benak konsumen, dan bisnis Anda memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mengakomodasi kebutuhan konsumen akan produk Anda.

Jika growth bisnis Anda sudah mampu memenuhi unsur di atas, Anda sudah bisa meminta suntikan dana dari investor atau permodalan lain meskipun bisnis Anda belum menghasilkan keuntungan.

Yang terpenting, grafik pertumbuhan bisnis Anda sudah menanjak naik, tidak jatuh bangun. Itu artinya kurang sedikit lagi, bisnis Anda akan berkembang dan mencetak keuntungan.

Tapi ada juga bisnis yang sudah profit seiring dengan pertumbuhan bisnisnya. Biasanya terjadi pada bisnis non IT, seperti kuliner, fashion, travel, dsb.

Kebanyakan bisnis-bisnis di atas memiliki growth yang cepat dan BEP yang cepat pula. Ini karena target market mereka besar dan produknya juga mudah dibeli dan banyak diminati orang.

Investor tentunya lebih menyukai berinvestasi kepada bisnis yang sudah terbukti profitable dibandingkan dengan yang belum. Tapi jika bisnis Anda belum menghasilkan profit, juga tidak masalah. Anda tetap bisa mengajukan suntikan dana ke investor.

Asalkan growth bisnis Anda bagus.Karenanya selalu evaluasilah perkembangan bisnis Anda. Buat patokan-patokan angka yang pasti, yang bisa Anda gunakan untuk mengukur laju perkembangan bisnis Anda.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here