Bisnis e-commerce adalah bisnis yang banyak digandrungi di seluruh dunia. Bisnis e-commerce terbukti memiliki valuasi tinggi dan mampu mencetak keuntungan sebanyak mungkin tanpa harus memerlukan banyak SDM seperti model bisnis lainnya.

Bisnis e-commerce tidak melulu bisnis marketplace, tapi mencakup semua bisnis yang menggunakan media online (internet) untuk menjualkan dan memasarkan produk mereka, bahkan untuk menjalankan setiap jengkal aktifitas bisnis mereka. Bisnis e-commerce mencakup bisnis toko online, bisnis marketplace, bahkan bisnis aplikasi untuk Android atau iOS.

Bagaimana cara bisnis e-commerce mendapatkan revenue (uang untuk balik modal dan keuntungan usaha)? Jika bisnis toko online maka jelas, ada produk yang dijual. Keuntungan didapat dari penjualan produk. Begitu juga dengan aplikasi. Aplikasi mendapatkan revenue dari pembayaran pengguna (jika merupakan aplikasi berbayar) atau dari iklan yang muncul dalam aplikasi mereka.

Kunci kesuksesan sebuah bisnis e-commerce adalah : semakin banyak user atau traffic yang mereka dapatkan, semakin banyak keuntungan bisnis yang bisa mereka raih.

Lalu bagaimana dengan marketplace alias situs/aplikasi tempat beragam pebisnis online menjual produk mereka ke konsumen? Banyak dari situs marketplace tersebut memberikan layanan FREE alias gratis kepada penggunanya. Dari mana mereka mendapatkan penjualan? Toh uang hasil penjualan produk langsung ditransfer ke rekening penjual tanpa potongan sedikit pun.

Marketplace ini berbeda dengan model bisnis toko online, meskipun sama-sama menjual barang. Toko online dimiliki oleh satu pengusaha yang biasanya menjualkan produk yang dihasilkan oleh bisnis mereka sendiri. Sedangkan marketplace berisi ratusan hingga ribuan penjual yang tidak mampu membuka toko online tapi membutuhkan tempat untuk menjualkan produk mereka. Barang yang berhasil terjual, uangnya akan disetorkan ke penjual.

Lalu dari mana sebuah marketplace mendapatkan pemasukan untuk bisnis mereka? Bagaimana bisa sebuah bisnis marketplace memiliki valuasi (nilai perusahaan) hingga milyaran dollar?

Tahu Alibaba.com? Sebuah situs marketplace yang mengkhususkan diri untuk menjual produk-produk pengusaha di China ke luar negeri? Alibaba.com kini memiliki valuasi sebesar milyaran dollar dan jumlahnya akan terus naik setiap tahun.

Salah satu syarat sebuah bisnis memiliki valuasi yang besar adalah mereka memiliki revenue yang besar pula. Padahal Alibaba.com merupakan situs gratis yang mengizinkan siapa saja di China menjual produk mereka secara wholesale. Member atau penjual di Alibaba.com tidak dikenakan biaya member, dan mereka dapat mengupload produk mereka secara gratis kapan saja.

Bagaimana bisa sebuah Alibaba.com mendapatkan revenue dan profit yang besar? Tak hanya Alibaba.com. Banyak juga bisnis marketplace di Indonesia yang juga memiliki valuasi besar seperti Tokopedia, OLX, dan Shopee.

Sekilas kita akan dibuat kebingungan dengan sistem bisnis marketplace. Tidak tampak ada jasa yang dijual karena semua pedagang bisa menggunakan marketplace secara free. Tapi tahukah Anda bahwa marketplace seperti Alibaba.com memiliki fitur untuk memunculkan produk Anda paling atas atau paling depan supaya langsung terlihat oleh pengunjung?

Fitur inilah yang berbayar. Makin depan dan makin atas, makin mahal seorang pengguna harus membayarnya ke pihak marketplace. Tetapi semakin depan dan semakin atas, semakin mudah juga pengunjung marketplace untuk melihat produk Anda.

Ada juga fitur banner yang mengizinkan penjual di marketplace untuk membuat banner khusus tentang produknya di halaman depan (home) marketplace. Semakin besar ukuran banner, semakin mahal pula biaya yang harus dibayar. Dan biaya semua fitur ini tidak berlangsung selamanya, melainkan ada batas waktu. Bisa 3 hari,7 hari, atau bahkan 1 bulan. Jika habis masa tayangnya, maka penjual harus membayar lagi supaya orang mudah menemukan produknya lewat banner-banner tersebut.

Jika Anda tidak menggunakan fitur ini, maka produk Anda akan tenggelam dan tergeser oleh produk-produk dari pedagang lain yang baru diupload. Orang jadi sulit untuk menemukan produk Anda.

Selain mendapatkan pembayaran dari fitur-fitur di atas, sebuah marketplace juga mendapatkan uang dari payment gateaway mereka. Orang akan membayar produk yang mereka beli ke rekening marketplace. Lalu pihak marketplace akan meneruskan pembayaran ke penjual setelah barang diterima oleh pembeli. Di sini ada jeda waktu dana mengendap di marketplace. Dan tidak semua penjual langsung menarik dananya. Ada yang ditarik seminggu kemudian, bahkan sebulan kemudian.

Semakin banyak dana terkumpul di marketplace, semakin banyak uang yang bisa diputar untuk operasional dan pengembangan e-commerce itu sendiri. Saat dana ditransfer ke penjual, e-commerce telah melakukan banyak pengembangan sehingga bisnisnya makin besar. Dan tentunya bisa menarik makin banyak penjual dan pembeli lagi.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here