Pernahkah Anda menganalisa mengapa Indomaret dan Alfamart selalu letaknya berdekatan/berseberangan? Padahal jelas-jelas mereka berdua adalah rival dengan segmen pasar yang sama.

Indomaret selalu memilih lokasi yang ramai, mudah terlihat, dan mudah didatangi oleh pengunjung. Hal serupa akhirnya ditiru oleh pesaingnya, Alfamart. Dengan segmentasi pasar yang sama, produk yang dijual sama, hingga proses pembayaran yang sama membuat Indomaret dan Alfamart bersaing satu sama lain untuk memperebutkan hati konsumen.

Mengapa Alfamart selalu memilih tempat yang sama dengan Indomaret? Ini karena mereka memiliki target market yang sama. Jadi pihak pesaing tidak perlu repot-repot membuka pangsa pasar baru di tempat yang belum tentu jelas demand-nya. Mereka cukup meletakkan toko di lokasi yang berdekatan. Target market sudah jelas-jelas ada. Tinggal bagaimana strategi branding dan promosi Indomaret dan Alfamart saja bersaing berebut konsumen.

Sama-sama menyasar pangsa pasar urban atau sub-urban, Alfamart dan Indomaret akhirnya bersaing di segi branding atau promo. Pernah nggak Anda melihat Alfamart dan Indomaret sering menerapkan diskon dan harga promo untuk produk yang berbeda-beda setiap bulannya? Promo yang berganti-ganti ini adalah salah satu strategi mereka untuk memenangkan persaingan dan menarik minat konsumen.

Selain itu mereka juga berlomba-lomba memberikan kemudahan pembayaran dan payment gateway untuk pembayaran listrik, air, tiket, dan pulsa. Selain itu mengapa Alfamart dan Indomaret selalu meletakkan ATM di toko mereka? Fungsinya adalah supaya orang-orang mau datang ke toko mereka untuk mengambil uang. Setelah ambil uang tak jarang dari mereka yang akhirnya ikut membeli atau berbelanja di toko tersebut.

Meskipun selalu berdekatan, nyatanya strategi ini tidak membuat salah satu bisnis berantakan lantas gulung tikar. Pernahkah Anda menghitung, berapa tahun Alfamart dan Indomaret menerapkan sistem seperti ini? Sudah bertahun-tahun bukan? Nyatanya kedua toko tersebut tetap ada dan eksis hingga sekarang. Ini menjadi pertanda bahwa sistem bisnis yang ikut berjualan di tempat yang sama dengan pesaing, bukanlah suatu sistem yang buruk.

PELAJARAN APA YANG BISA KITA TARIK DARI FENOMENA INI?

Seringkali saat kita mau berbisnis, kita terjebak dengan segmentasi pasar. Ego kita menginginkan supaya produk kita booming dan laris di pasaran. Tapi kenyatannya, kita justru kebablasan memikirkan keunikan produk, sehingga bablas dan salah dalam menentukan segmen pasar.

Maksud hati ingin berbisnis mie. Tapi supaya bisnisnya cepat diingat orang, akhirnya mencoba memasarkan mie di segmen lain. Padahal di segmen pasar yang baru masih belum jelas demand-nya. Belum jelas juga apakah segmen pasar yang baru ini suka dengan produk Anda.

Akhirnya Anda memilih untuk memasarkan produk Anda di segmen baru tersebut. Anda tidak mau ikut bersaing di pangsa pasar yang sudah jelas ada dan banyak peminatnya, alasannya sudah ada pesaing.

Keputusan di atas memang tidak salah. Menghindari pesaing dengan cara menyasar pangsa pasar baru memang tidak salah. Tapi hati-hati, jangan sampai waktu Anda habis untuk penetrasi pasar. Apalagi jika modal Anda minim, jangan coba-coba bermain di pangsa pasar baru yang belum jelas demand-nya.

Lebih baik, Anda bermain dulu di pangsa pasar yang sudah ada namun masih belum terlalu jenuh oleh pesaing. Di sana, kesempatan Anda untuk memenangkan market lebih besar. Anda tinggal membangun strategi marketing dari harga, promo, dan produk untuk memikat hati konsumen.

Target market sudah jelas ada. Anda tidak perlu pusing-pusing menghabiskan modal untuk penetrasi pasar. Anda bisa fokus di developing produk, sales, dan branding, customer sudah ada dan siap untuk membeli produk Anda.

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here