Berbisnis bersama keluarga bisa menjadi salah satu alternatif yang baik untuk mencari partner. Hubungan keluarga yang cukup dekat sejak lahir bisa memudahkan Anda untuk berkomunikasi dan menjalankan bisnis bersama-sama. Berbisnis bersama keluarga juga bisa menghemat biaya dan waktu yang harus dikeluarkan unutk mentraining pegawai baru.

Namun, tidak menutup kemungkinan berbisnis bersama keluarga juga meminbulkan resiko yang berujung pada pertikaian keluarga. Nah,  agar bisnis keluarga Anda aman, lancar, langgeng, dan bebas drama, sebaiknya Anda terapkan 5 langkah berikut ini :

1) PISAHKAN KEUANGAN BISNIS DENGAN KEUANGAN KELUARGA

Penyebab terbesar sebuah bisnis keluarga mampu merusak keharmonisan keluarga adalah masalah finansial. Semenjak awal berbisnis, pisahkan keuangan keluarga dengan keuangan bisnis. Jika ada anggota keluarga yang memberikan uangnya sebagai modal, buatlah kesepakatan pengembalian modal yang jelas dan tertulis. Semua bentuk transaksi, baik permodalan, jual beli, maupun hutang harus dicatat secara detail dan transparan.

2) JANGAN RAGU UNTUK BERKONSULTASI KEPADA AHLINYA

Meskipun dalam keluarga Anda telah ada anggota keluarga yang ditunjuk sebagai direktur, ada baiknya juga untuk sering berkonsultasi kepada professional. Bila perlu, rekrut mereka untuk menjadi bagian dalam bisnis keluarga Anda.

Mengapa kita tetap harus berkonsultasi kepada professional meskipun kita semua telah memahami bisnis dan job desc masing-masing? Ini semata agar professional mampu memberikan pandangan yang objektif bagi seluruh keluarga. Jika Anda tidak mau berkonsultasi pada professional yang memang netral dan ahli di bidang bisnis, bisnis keluarga Anda bisa rawan nepotisme dan pilih kasih.

Terkadang kita memberikan job desc A kepada saudara kita sudah adil, padahal bisa jadi belum. Keluarga tidak akan komplain karena merasa tidak enakan dengan saudara. Jika dibiarkan, malah berpotensi buruk. Di sinilah gunanya professional. Ia hadir untuk memberikan pandangan yang objektif bagi keluarga dan bisnis Anda.

3) JANGAN MEMAKSA SELURUH ANGGOTA KELUARGA IKUT TERLIBAT

Tidak semua anggota keluarga mau ikut menjalankan bisnis bersama Anda. Jika ada anggota keluarga menolak, maka jangan memaksa mereka untuk turut serta. Anda bisa mengisi posisi yang kosong dengan merekrut pegawai lain dari luar. Yang penting, keharmonisan keluarga tetap terjaga.

4) TENTUKAN PERAN SETIAP ANGGOTA KELUARGA SESUAI MINAT DAN KEMAMPUAN MEREKA

Ketika membagi job desc kepada masing-masing anggota keluarga, pastikan bahwa job desc tersebut sesuai dengan minat dan bakat anggota keluarga Anda. Anda memiliki saudara yang ahli dalam menjual, tempatkan ia di bidang penjualan. Anda memiliki saudara yang teliti dan ahli berhitung, tempatkan dia di bidang finance. Jangan sampai salah posisi. Posisi yang salah dapat memperburuk kinerja anggota keluarga Anda. Ujung-ujungnya bisnis Anda akan sulit untuk maju.

5) MULAILAH DARI BAWAH

Berbisnis bersama keluarga sama halnya seperti meniti jenjang karir di luar sana. Jika ada anggota keluarga Anda baru lulus sekolah/kuliah, jangan buru-buru menjadikan ia manager/supervisor. Tempatkanlah ia menjadi staff dulu supaya ia belajar banyak hal. Jika kemampuannya sudah mumpuni, Anda bisa memberikan ia posisi yang lebih tinggi.

Awal mula kehancuran banyak bisnis keluarga di Indonesia adalah karena pemiliknya banyak yang dengan begitu saja memberikan jabatan manager/direktur kepada anak-anak mereka yang baru lulus kuliah. Mentang-mentang mereka sekolah tinggi, mereka langsung diberi jabatan penting di dalam perusahaan. Bahkan ada yang sampai tega mencopot manager lama yang lebih berpengalaman dan terbukti berkinerja baik demi mengosongkan jabatan untuk anak-anaknya.

Padahal anak mereka belum memiliki pengalaman kerja sama sekali. Belum memiliki kemampuan mengatur tim, belum terbiasa dengan target bulanan, dan lain sebagainya. Jika sudah begini, tinggal menunggu waktu saja kapan bisnis tersebut terancam goyah.

Berbisnis bareng keluarga boleh-boleh saja, justru bagus karena dapat meningkatkan taraf perekonomian keluarga secara langsung. Yang penting, kondisi keluarga harus harmonis dan tidak nepotisme. Jika kedua hal ini dilanggar, maka tinggal menunggu waktu saja kapan bisnis keluarga Anda goyah.

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here