Namanya rasa “malas” pasti pernah dirasakan semua orang terutama buat anda yang punya jiwa pemalas, yang selalu ngandelin kata “TARSOK”

Yups, “Ntar, besok” alias “ntar aja dikerjainnya, masih bisa besok”

Anda suka menunda pekerjaan yang berakibat ke pekerjaan yang harusnya selesai hari itu jadi gak selesai, 

Harusnya, semangat Anda bekerja harus ada di awal dan akhir, agar tugas anda bisa selesai tepat waktu dan gak berasa dikejar sama waktu

Coba lihat cara kerja negara maju seperti Jepang, mereka dikenal dengan istilah gila kerja, dari berangkat kerja sampai pulang kerja waktu mereka gak terbuang sia-sia dan jadwalnya selalu padat

Walau mereka sibuk tapi semangatnya gak diawal saja dan mereka benar-benar disiplin sama tanggung jawabnya

Mereka tahu apa yang harus dilakukan dan diselesaikan, tanpa harus kepikiran kalau besok masih ada pekerjaan yang belum selesai

A. Apa itu teknik Kaizen?

Mereka menerapkan 1 teknik simpel namanya adalah teknik Kaizen yang terdiri dari kata “Kai” yaitu berubah dan “Zen” yaitu Kebijaksanaan, 

Teknik ini dikenalkan oleh Masaaki Imai melalui bukunya “Kaizen: The Key to Japan’s Competitive Success”

Jadi, Kaizen itu perubahan dalam hidup yang dilakukan secara bertahap dan perlahan tapi diulang setiap harinya secara konsisten

Misalnya, Anda mau turunkan BB, selama seminggu jam 7 pagi luangkan waktu 1 menit untuk olahraga kayak yoga atau gym, dalam waktu 1 menit itu harus benar-benar fokus

Apa efektifnya 1 menit doang?

1 menit terlihat simpel dan mudah, Anda gak perlu keluarin banyak tenaga dan olahraga itu gak jadi beban sendiri

Setelah Anda menyelesaikan olahraga tadi walau sebentar akan ada rasa puas tersendiri “akhirnya gua bisa rutin olahraga tiap hari”

Sampai akhirnya rasa percaya diri anda meningkat kalau anda bisa konsisten untuk olahraga dan ketagihan untuk terus melakukannya

Sikap konsisten ini akan bawa perubahan baik berupa kebiasaan yang melekat di diri Anda dan gak ada lagi rasa beban untuk menyelesaikan apapun tugasnya

Kalau dalam waktu 1 menit Anda sudah terbiasa bisa ditambah waktunya jadi 3 menit, lalu 5 menit, penambahan waktunya harus berkala dan pastikan anda konsisten ya

B. 3 Prinsip Dasar Di Teknik Kaizen :

1. Standar berdasarkan kemampuan sendiri

STOP ikut-ikutan orang lain!

Bikin standar sukses ala Anda sendiri lalu ukur, cara itu bisa Anda kuasai atau enggak, kalau iya lanjut, kalau enggak cari cara lain

Misalnya Anda penulis, Anda targetkan dalam seminggu sudah research dan bikin 5 artikel, pas udah seminggu cuma dapat 3 artikel

Disini ada 2 faktor, pertama jadwal research dan ide untuk menulis belum ada, sehingga hasilnya gak sesuai target

Kedua, kemampuan Anda memang segitu, jangan dipaksa harus sesuai target karena semangat penulis suka naik turun jadi bisa aja pas minggu depannya artikel anda cuma 1 atau 2

Coba konsisten dulu sama 3 artikel perminggu, kalau dirasa sudah aman gak bakal kurang, bisa nambah 1 artikel lagi, jadi minggu depan ada empat artikel

Lakukan secara perlahan sampai Anda merasa jumlah artikel itu tidak menjadi beban untuk Anda

2. Jangan lupa untuk mengukur kemampuan dan evaluasi

Tujuannya agar tahu sudah sejauh mana proses dan skill Anda

Misalnya, mau belajar SEO agar tulisan Anda ada di posisi pertama pencarian google

Anda sudah research materi dari buku dan website, ikut di kursus SEO yang sediain mentor buat bantu belajar Anda

Dari 5 materi, Anda sudah paham 3 materi, tapi stuck di materi ke 4 karena belum paham 

Kalau ada kesulitan gini berarti harus ada yang dievaluasi agar tahu apa yang bikin proses anda terhambat 

Kalau udah ketemu hambatannya cari solusi dengan diskusi sama mentor atau Anda coba cari referensi di internet/buku, Anda juga bisa diskusi sama teman sesama pelajar SEO

3. Cek list targetnya, hasil apa yang sudah didapat

Coba ganti kata “Target” jadi “Wishlist”, sama aja sih intinya hal apa yang ingin dicapai, 

Bedanya kalau target harus banget dicapai dan rasanya ada beban, kalau wishlist kan kesannya gakpapa cuma dapat segitu nanti coba usahakan lagi, Anda bisa tulis wishlistnya perhari/perminggu/perbulan

Misalnya Anda mau dalam sebulan menjadi lebih produktif untuk menulis dari bulan kemarin, Anda buat jadwalnya dalam sehari, mingguan, per bulan seperti dibawah ini

Kotak kecil disamping nanti anda ceklis kalau sudah dikerjakan, wishlist harian bantu sebagai reminder/pengingat harus apa ya hari ini, mingguan dan perbulan adalah pencapaian anda

C. 3 Cara Menerapkan Teknik Kaizen Dalam Kehidupan

Kalau prinsip Kaizen tadi membebani, yakin aja kalau prinsip ini jadi kesempatan untuk perbaikan diri artinya prinsip Kaizen membantu Anda untuk bergerak dari hati tanpa ada unsur paksaan

Berikut adalah tiga cara yang bisa anda terapkan teknik Kaizen ke dalam kehidupan kerja

1. Cari tahu dimana waktu dan energi Anda terbuang

Salah satu prinsip Kaizen adalah pengurangan waste, maksudnya kalau ada pekerjaan yang gak penting atau gak ada nilainya lebih baik ditinggalkan 

Periksa tugas apa  yang perlu dikerjakan dan bisa ditinggalkan, pilih beberapa pekerjaan yang penting dan apakah pekerjaan itu bisa meningkatkan skill Anda

Misalnya pekerjaan utama Anda itu nulis blog, kerjaan ini pasti cuma berputar di research sama nulis, tapi dalam sehari itu kerja Anda gak cuma nulis ada pekerjaan rumah misalnya, belum lagi Anda nge ide buat belajar desain diwaktu yang sama 

Padahal belajar desain ini Anda gak tau basicnya sama sekali cuma baca-baca di internet sama tutorial doang kan belum tentu Anda langsung bisa, berjam-jam sendiri buat kerjain desain sampai lupa artikel baru selesai setengah

Ini namanya waste time, Anda harus kurangi jam belajar desainnya, yang awalnya sampai 8 jam kurangi jadi 1 jam saja, biar artikel Anda tetap bisa dihandle

2. Tanyakan ke diri Anda, apa yang bikin Anda jadi produktif dan efisien?

Sering banget diri kita pengen dapat hasil yang besar, suka gak sabaran pengen cepat dapat hasilnya, ini bisa jadi beban karena terlalu memaksa adanya perubahan yang besar

Beda ya, kalau Anda melakukannya secara bertahap dari waktu ke waktu, walau butuh kesabaran extra ini lebih menarik karena Anda akan melihat dari perubahan kecil ke besar secara berkala

Misalnya, Anda ingin tingkatkan produktivitas di kantor tanpa harus bekerja lagi di jam makan siang, anda bisa setting alarm kerja di ponsel, dalam 1 kerjaan harus dikerjakan berapa jam terapkan hal ini pada pekerjaan yang lainnya, alarm ini bikin kerja Anda lebih fokus dan tepat waktu

Dari alarm kerja ini anda melihat waktu yang dimiliki lebih efisien artinya pekerjaan anda selesai tepat waktu tidak memakan waktu untuk kerjaan yang lain

Sebelum atur alarm kerja, 1 hari cuma bisa kerjaan 4 kerjaan dan itu harus korupsi waktu tapi masih aja belum selesai, 

Berarti ketahuan waktu Anda belum efisien dan belum bisa dibilang produktif cuma sibuk untuk coba multitasking tapi kerjaan gak bisa kelar hari itu juga

Setelah atur alarm kerja, 1 hari 4 kerjaan tadi bisa selesai bahkan Anda punya waktu kosong lebih gak cuma jam makan siang

Berarti Anda memaksimalkan waktu yang sudah ditentukan untuk mengerjakan pekerjaan tertentu, fokuskan diri Anda untuk mengerjakan tugas itu sampai selesai

Gimana kalau gak kelar?

Bisa lanjut ke pekerjaan selanjutnya atau istirahat, disarankan sih istirahat siapa tahu Anda stuck karena lelah, atur waktu juga ya buat istirahat misal 30 menit, baru lanjut kerja lagi

Kalau Anda lakukan hal ini berarti Anda mulai produktif karena mau belajar memaksimalkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan utama baru pekerjaan berikutnya

3. Sisihkan waktu untuk lihat apa yang berhasil anda capai dan evaluasi

Agar teknik Kaizen tetap berpengaruh, anda perlu flashback apa saja yang sudah anda kerjakan?, apakah anda melakukannya dengan baik?, hasil apa yang anda dapatkan?

Untuk tahu itu semua anda bisa lakukan review mingguan, gimana caranya?

Misalnya anda penulis blog, dalam seminggu anda bisa nulis 4 nih, traffic blog anda naik dari seminggu sebelumnya, anda punya lebih banyak komentar dan share

Setelah tahu hasil yang didapat waktunya evaluasi agar bisa mempertahankan hasil itu atau memperbaiki kesalahan yang bikin tugas anda terhambat, caranya dengan bertanya seperti ini :

  • Apakah prosesnya lebih baik dari sebelumnya?

“2 hari lalu, saya baru sempat research materi SEO saja, tapi sekarang dalam 2 hari saya sudah bisa research dan praktek, bahkan saya masih ada waktu 1 jam untuk diskusi sama mentor”

  • Apa yang bikin saya hilang fokus?

“Saya gak fokus kalau ada notif handphone, pengen buru-buru cek siapa yang chat takut penting”

Mending pakai pengaturan notif khusus, biar bisa bedain mana notif room chat kerja dan notif chat teman, jadi gak tiap notif chat muncul pegang hape

  • Apa yang bisa saya tingkatkan untuk berikutnya?

“Pokoknya saya mau lebih produktif dengan jadwal yang lebih teratur dan padat”

Anda bisa menulis di sticky note apa yang harus Anda kerjakan terus naronya di tempat yang bisa Anda lihat/tempat yang sering Anda kunjungi, kaya meja kerja, laptop dan lainnya

  • Apa yang saya bisa banggakan hari ini?

“Kelarin artikel lebih cepat tadinya 1 – 2 hari untuk 1 artikel sekarang 1 hari 1 artikel, seminggu bisa 3 artikel jadi saya punya waktu luang buat research untuk artikel berikutnya”

  • Apa yang saya pelajari?

Belajar lebih menghargai waktu biar gak ada waktu yang terbuang sia-sia alias waktu kosong gak di manfaatkan untuk asah skill

Jadi kesimpulannya Kaizen itu apa?

Perlu Anda ingat juga kalau Kaizen ini dimulai dari perubahan mindset (pola pikir) dari setiap orang, kalau sewaktu-waktu Anda gagal pakai teknik ini bisa jadi Anda tidak sepenuhnya komitmen untuk menerapkan Kaizen dan jadikan Kaizen landasan strategi untuk menyelesaikan tugas anda

Jadi kalau ada kesalahan atau hambatan datang jangan langsung menyerah, cari tahu dulu faktornya apa lalu perbaiki

Karena kaizen adalah alternatif agar Anda menjadi pribadi yang lebih bijaksana, bertanggung jawab sama apa yang dikerjakan, dan menyadarkan Anda untuk menikmati prosesnya dengan sabar dan konsisten

Semoga teknik Kaizen ini bermanfaat dan jangan lupa share artikel ini ke semua sosial media yang Anda punya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here