Omong kosong jika kita harus berteman dengan siapa saja. Omong kosong jika kita tidak boleh pilih-pilih teman.Kenyataannya, teman itu harus pilih-pilih.Terutama yang kasih dampak positif ke kita.Jika kenalan, harus dengan siapa saja.

Loh, apa bedanya kenalan dengan teman? Kenalan belum tentu jadi teman, tapi teman sudah pasti kenalan.

Teman itu adalah orang-orang di sekitar kita yang berinteraksi dengan kita dan keberadaan mereka dapat mempengaruhi pola pikir dan kebiasaan kita.

Nggak ada istilahnya orang sukses berteman dengan pemalas.Nggak ada istilahnya orang bijak berteman dengan orang dungu.Nggak ada istilahnya kyai berteman dengan preman, salah-salah premannya lama-lama menghajar si kyai karena si kyai nyeramahin soal akhlak melulu.

Tapi jika kenalan, semua harus mau kita kenali.Dan kita juga harus mau kenalan dengan siapa saja.Tak peduli orang kaya, miskin, bijak, sukses, bangkrut, kita tidak boleh pilih-pilih kenalan.Semua harus kita kenali.

Tapi soal teman, harus selektif.Sudah banyak kejadian orang baik-baik berubah jadi buruk karena berteman dengan orang-orang berandal. Dan ada juga preman yang berubah jadi tobat karena berteman dengan orang-orang yang hobby mengaji dan mendalami agama.

Teman dapat memberikan pengaruh baik atau buruk kepada kita. Jika kita ingin sukses, bertemanlah dengan orang-orang sukses. Jika Anda ingin jadi pengusaha, bertemanlah dengan pengusaha juga. Jika Anda ingin menjadi ulama, bertemanlah dengan kyai dan ustad. Begitu juga jika Anda ingin menjadi ilmuwan, maka bertemanlah dengan orang yang hobby meneliti.

Sayangnya banyak di antara kita yang sulit meninggalkan pertemanan lama yang kurang munguntungkan.

Kita pengen sukses tapi mainnya sama orang-orang pemalas yang tak bisa kerja keras. Kapan suksesnya?
Kita pengen pinter tapi mainnya sama orang-orang yang malas belajar. Kapan jadi pinter? Tambah bodoh iya.
Kita pengen kaya tapi berteman dengan orang-orang yang hedon, boros,dan BPJS (Budget Pas-Pasan Jiwa Sosialita).Kapan bisa nabung kalau uangnya dibuat hal yang tak perlu terus-terusan?

Ya kitalah yang harus tegas mengeluarkan diri kita dari pergaulan yang kurang baik.Pelan-pelan tinggalkan teman-teman Anda yang buruk dan carilah teman baru yang mampu memberikan dampak yang baik.Berteman dengan teman yang memberikan pengaruh buruk itu semacam pelihara benalu dalam tubuh.Tak terasa tapi dia menggerogoti kualitas hidup kita.Tahu-tahu sudah jadi kurus dan tak berguna.

Hal senada juga berlaku di social media.Banyak orang-orang yang jadi provokator, tukang nyinyir, dan penebar kebencian di social media.Berteman dengan mereka bukannya bikin kita terinspirasi untuk maju, malah bikin emosi kita teraduk-aduk dan ujung-ujungnya sibuk berdebat dan menurunkan mood.

Akhirnya kinerja seharian jadi tidak produktif Cuma gara-gara habis baca postingan orang yang lagi nyinyir.

Jika bertemu orang semacam ini, segera saja UNFOLLOW. Sosmed harusny amenjadi lading inspirasi, canda, dan berbagi ilmu yang bermanfaat.Bukan ajang debat ngotot-ngototan .

Add orang-orang yang konsisten memberikan inspirasi positif dan langsung UNFOLLOW orang-orang yang memberikan dampak negatif di social media.

Ga usah ngotot mempertahankan teman yang berakhlak buruk. Lebih baik kita fokus memperbaiki diri dan memperbanyak berteman dengan orang-orang positif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here