Di Indonesia ini masih ada beberapa keluarga yang menganut stereotip  kuno, di mana seorang wanita tidak diwajibkan bekerja keras karena kodrat seorang wanita adalah menikah dan menjadi ibu.

Lantas, jika wanita akan menjadi seorang ibu dan sibuk dengan keluarganya, apakah hal tersebut bisa jadi alasan seorang wanita untuk tidak bekerja keras? Berhenti bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri lalu diam di rumah menanti uang belanja suami?

Tentunya tidak. Ada banyak alasan mengapa seorang wanita itu justru harus bekerja keras membangun bisnisnya. Di antaranya :

1. BIAYA HIDUP MAKIN LAMA MAKIN MAHAL

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa biaya hidup manusia akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Inflasi menyebabkan nilai mata uang menurun sehingga harga-harga terus naik. Jika Anda tidak mempersiapkan diri untuk mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarga Anda, apakah Anda tega memaksa suami Anda untuk bekerja semakin keras mencari nafkah? Padahal suami Anda juga manusia biasa yang memiliki rasa lelah dan batasan kerja.

Jika suami Anda penghasilannya tidak mencukupi, bagaimana Anda dapat membiayai biaya hidup satu keluarga yang kian meningkat? Ya Anda sebagai istri harus memiliki inisiatif membantu suami Anda tanpa harus mengesampingkan kewajiban sebagai seorang ibu dan istri.

2. KITA TIDAK BISA MENJAMIN KARIR SUAMI AKAN TERUS MENINGKAT

Apakah Anda bisa memastikan karir suami Anda akan meningkat terus hingga sepuluh atau belasan tahun ke depan? Tentu tidak.

Memang sudah jadi harapan setiap orang bahwa seorang suami harus terus berkembang agar bisa semakin memakmurkan keluarganya. Itu adalah harapan yang mulia. Tapi harus diingat, kita hidup dalam dunia yang penuh ketidakpastian.

Bagaimana cara Anda menghadapi ketidakpastian tersebut? Ya Anda sebagai kaum wanita harus bisa jadi cadangan ketika suami Anda mengalami suatu hal. Ketika suami Anda sakit atau terpaksa resign dan tidak bekerja dalam beberapa waktu, masih ada sumber pemasukan untuk keluarga, yaitu dari Anda.

3. SEORANG IBU WAJIB MENGAJARKAN ANAKNYA UNTUK BEKERJA KERAS JUGA

Anak memiliki psikologi yang unik. Di usia 0-13 tahun ia akan sangat dekat dengan ibunya. Dan apapun yang diajarkan oleh ibunya, akan terserap dengan cepat dan lekas dipraktekkan oleh anak. Karenanya menanamkan ideologi pekerja keras haruslah sejak kecil.

Nah bagaimana seorang ibu bisa mengajarkan dan memberi contoh anaknya untuk bekerja keras jika dia sendiri belum pernah mempraktekkannya?

4. IBU HARUS DEKAT DENGAN ANAK-ANAKNYA

Seorang ibu harus dekat dengan anak-anaknya. Terlebih jika anak Anda masih bayi atau balita. Masa-masa tersebut adalah masa yang penting bagi perkembangan anak dan jangan sampai buah hati Anda kehilangan banyak waktu dengan ibunya.

Bagaimana caranya Anda bisa dekat dengan anak-anak Anda jika saat ini Anda masih berstatus sebagai karyawan di perusahaan orang lain dengan jam kerja mulai jam 8 pagi hingga jam 5 sore? Tentunya banyak waktu yang harus Anda habiskan di kantor.

Berbeda halnya jika Anda memiliki usaha sendiri. Anda bisa mendelegasikan tugas-tugas Anda kepada karyawan sehingga Anda tidak perlu bekerja dari pagi sampai sore. Efeknya, Anda bisa memiliki waktu lebih banyak untuk anak-anak Anda.

5. WANITA SINGLE YANG SUKSES MEMILIKI DAYA TAWAR LEBIH TINGGI

Jika Anda belum menikah dan Anda adalah tipikal wanita yang pekerja keras dan memiliki bisnis sendiri, tentunya Anda memiliki nilai tawar yang tinggi.

Tidak sembarang pria mampu mendekati Anda. Hanya pria-pria berkualitas terbaiklah yang mampu mendekati Anda. Otomatis jika Anda memiliki pasangan dengan kualitas lebih baik, hidup Anda juga akan menjadi lebih baik pula.

Sebenarnya masih banyak lagi alasan-alasan kenapa seorang wanita itu harus bekerja keras membangun bisnisnya. Tapi sepertinya alasan di atas cukup untuk membuka wawasan kita tentang pentingnya seorang wanita untuk tetap bekerja.

Bekerja tidak harus menjadi pegawai kantoran dengan jam kerja yang padat. Mulai sekarang Anda bisa bangun bisnis Anda sendiri. Bangun bisnisnya, buat sistemnya, delegasikan tugas-tugas Anda kepada karyawan, dan biarkan tim Anda yang mengerjakan bisnis Anda.

Anda pun bisa memiliki waktu lebih banyak dengan keluarga tanpa harus khawatir tentang income.

Baca juga : 6 Kebiasan Buruk Ini Bisa Membuat Anda Jadi Tidak Produktif Saat Bisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here