Setiap orang memerlukan yang namanya motivasi. Tanpa motivasi, manusia akan hidup tanpa arah, tanpa gairah, malas-malasan, dan lamban dalam mengerjakan apapun karena tidak ada hal yang memecut semangat mereka untuk meraih sesuatu.

Banyak orang membayar mahal demi mengikuti seminar motivasi yang diadakan oleh motivator-motivator terkenal. Cara ini memang cukup ampuh untuk membangkitkan semangat Anda. Namun tahukah Anda bahwa seminar ini hanya cukup memotivasi Anda selama maksimal 3 bulan saja?

Jika selanjutnya Anda tidak menemukan hal yang bisa memecut semangat Anda lagi, maka Anda akan menjadi kurang termotivasi, kembali loyo, dan mudah untuk bermalas-malasan dan bersantai.

Tapi masa sih kita harus berburu seminar motivasi terus-terusan? Toh, juga belum tentu ada setiap bulan di kota kita.

Nope. Membuat kita termotivasi bukan hanya dengan mengikuti seminar. Ada hal yang mampu membuat Anda jadi benar-benar termotivasi untuk terus bekerja keras, lebih ampuh dibandingkan dengan motivasi dari seminar-seminar.

Hal tersebut yakni “tekanan” alias kepepet.

Di saat tidak ada hal yang menekan Anda, Anda akan santai-santai saja, merasa semua baik-baik saja, dan merasa santai di zona nyaman. Di saat tekanan menghampiri Anda, Anda akan terpecut untuk bekerja, berpikir cepat, dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Tekanan bisa berasal dari beragam hal. Bisa saja ketika Anda memiliki hutang namun kondisi uang Anda sudah habis, maka Anda akan memutar otak dan bekerja ekstra keras untuk menghasilkan uang, supaya hutang Anda terlunasi. Terlebih jika kondisi Anda sudah didatangi debt collector berulang-ulang untuk ditagih. Mau tidak mau, Anda akan berpikir bagaimana pun caranya supaya bisa dapat uang dalam waktu cepat.

Ada sebuah cerita, sebut saja Pak Yayan. Pak Yayan hanyalah seorang karyawan dengan gaji Rp 3 juta per bulan. Lalu tiba-tiba, istri Pak Yayan sakit dan harus segera dioperasi. Pihak rumah sakit menginfokan bahwa biaya operasinya adalah sebesar Rp 250 juta dan harus dilunasi malam itu juga, jika tidak maka istri Pak Yayan tidak bisa segera dioperasi dan kesehatannya tidak akan tertolong.

Coba bayangkan, dengan gaji Rp 3 juta per bulan, bagaimana mungkin Pak Yayan mampu membayar biaya pengobatan dalam waktu sehari? Apalagi ketika melihat tabungan, uang Pak Yayan tidak sampai Rp 50 juta, bahkan separuh pun kurang untuk membayar biaya operasinya.

Dalam kondisi tertekan tersebut Pak Yayan terpaksa berpikir cepat. Jika ia diam saja, tentu istrinya akan meninggal. Tapi dipikir berulang kali pun pakai akal sehat, jika seluruh uang di rumah dan tabungannya disetorkan pun tetap kurang untuk membayar biaya operasi.

Terlihat mustahil? Toh nyatanya malam harinya Pak Yayan berhasil melunasi biaya operasi dan istri Pak Yayan selamat keesokan harinya.

Apa yang dilakukan Pak Yayan?

Mendengar istrinya perlu dioperasi, saat itu juga Pak Yayan langsung menghubungi semua orang di handphone dia, meminta keihklasan untuk bantuan uang atau pinjaman. Pak Yayan menghubungi semua teman, kenalan, bahkan tetangga kiri-kanan sekitar rumah pun ditemui. Alhasil, terkumpullah uang Rp 250 juta hasil dari sumbangan dan pinjaman dari rekan-rekannya dan orang tak dikenal yang mengetahui musibah Pak Yayan dari teman/saudara Pak Yayan.

Jika saja seandainya saat itu Pak Yayan tidak bergerak dan putus asa, tentunya istri Pak Yayan tidak akan tertolong lagi. Tapi dengan segenap kekuatan dan mental yang dimiliki Pak Yayan, ia memberanikan diri meminta dan meminjam uang ke siapa pun, tak peduli lagi pada penolakan, caci maki, dan pikiran negatif orang yang terlontar ketika dimintai uang.

Cerita di atas mengajarkan bahwa, dalam keadaan tertekan dan kepepet, manusia cenderung melakukan apapun cara supaya mendapatkan jalan keluar.

Jika kita menilik perjalanan karir orang-orang sukses, mereka pun juga melewati beragam tekanan dan kepepet berulang kali. Justru karena tertekan itu, maka motivasi mereka menjadi semakin kuat. Mau tidak mau mereka harus bergerak jika tidak ingin jatuh.

Anda ingin sukses juga? Buatlah diri Anda tertekan. Tidak harus mencari musibah. Tapi buatlah target yang tinggi, sehingga Anda harus bekerja keras untuk meraihnya. Perketat jadwal pekerjaan Anda, carilah mentor yang mampu membantu Anda berada dalam kondisi “tertekan” sehingga mau tidak mau, Anda harus bekerja keras dan cepat-cepat meraih impian Anda.

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here