Mengapa Anda harus resign? Ingin membuka usaha sendiri? Merasa membuka usaha sendiri adalah hal yang paling tepat untuk membantu finansial Anda saat ini? Merasa di kantor kurang bebas? Tidak cocok dengan atasan?

Apapun alasannya, ada banyak hal yang menyebabkan seorang karyawan memilih untuk resign dan membuka usaha sendiri. Resign itu tidak buruk. Kalaupun Anda tidak resign,tidak ada jaminan Anda bisa membagi waktu Anda untuk bekerja di kantor dan usaha.

Tapi resign juga bisa membawa dampak buruk jika tidak dipersiapkan dengan baik. Setidaknya sebelum Anda resign dan terjun ke bisnis Anda sendiri, beberapa hal berikut ini sudah bisa Anda persiapkan :

  1. SUDAHKAH ANDA MELATIH PROFESIONALITAS ANDA?

Jika saat bekerja Anda terbiasa bekerja demi gaji, sebelum resign sudahkah Anda melatih diri Anda untuk bekerja secara professional? Dulu mungkin Anda baru semangat bekerja jika gaji besar dan insentif tinggi. Saat Anda berbisnis nanti, bisa jadi Anda tidak akan menikmati gaji Anda selama beberapa bulan pertama. Tapi Anda dituntut untuk bekerja secara professional agar bisnis Anda maju.

2. SUDAHKAH ANDA MAMPU UNTUK MEMIMPIN DIRI ANDA SENDIRI?

Saat bekerja, bisa jadi Anda adalah seorang staff yang kebiasaan sehari-harinya dipimpin oleh seorang supervisor atau manager. Sebelum Anda resign, koreksilah diri Anda sendiri. Sudahkah Anda menjadi seorang pemimpin? Minimal bisakah Anda memimpin diri sendiri?

Jika Anda sulit menggerakan diri sendiri, tidak termotivasi, dan tidak ada inisiatif untuk bertindak dengan sendirinya, itu artinya Anda masih sulit memimpin, bahkan untuk diri Anda sendiri. Padahal ketika berbisnis nanti, Anda diwajibkan untuk memimpin orang lain.

Karenanya sebelum resign, berlatihlah untuk memimpin diri Anda sendiri. Jangan malas dan jadi orang yang takut, apalagi suka menunda-nunda pekerjaan. Selesaikanlah pekerjaan Anda, bahkan sebelum manager memberikan perintah untuk Anda.

3. SUDAHKAN ANDA PAHAM TENTANG KPI?

KPI atau Key Performance Indicator adalah indikator sebuah usaha atau kegiatan yang bisa diukur dalam angka. Bisnis baru juga memerlukan KPI. Tanpa ukuran yang pasti, akan sulit bagi Anda untuk melakukan scale up.

Karenanya selalu cek apakah usaha yang Anda lakukan bisa diukur. Contoh : anda memiliki KPI dalam waktu 5 bulan, Anda harus menjual 500 produk dalam sebulan. Jika Anda tidak mencapai angka tersebut, maka penjualan Anda tidak memenuhi standar KPI Anda. Itu artinya, Anda harus mengganti strategi Anda supaya angka tersebut tercapai.

4. SUDAHKAH ANDA MEMILIKI NETWORKING?

Networking adalah hal yang penting. Tanpa jaringan yang luas, orang akan kesulitan mengembangkan bisnisnya. Sebelum Anda resign, pastikan Anda sudah memiliki jaringan yang dapat membantu Anda menjalankan dan mengembangkan bisnis Anda. Minimal, Anda bisa menimba banyak ilmu dari orang-orang di jaringan Anda.

5. SUDAH MAMPUKAH ANDA MENATA FINANSIAL ANDA?

Finansial juga hal yang tak kalah pentingnya dalam berbisnis. Jika saat ini Anda masih mudah menghamburkan uang, mulai sekarang berlatihlah untuk berhemat dan mulai menata keuangan Anda. Kebanyakan bisnis gagal karena pemiliknya tidak mampu mengelola keuangan dengan baik. Jika mengelola keuangan pribadi saja tidak mampu, bagaimana bisa mengelola keuangan bisnis?

6. JANGAN RAGU UNTUK BELAJAR DARI START UP

Sebelum Anda resign, ada baiknya Anda belajar kepada start up di sekitar Anda. Terkadang sistem yang telah diterapkan di sebuah perusahaan besar, tidak akan cocok jika diterapkan di bisnis start up. Sebelum terjun ke bisnis Anda sendiri, cobalah untuk bekerja di sebuah start up. Start up memiliki resources yang terbatas. Kurang lebih kondisinya akan sama seperti bisnis Anda nantinya. Dengan membiasakan diri bekerja di sebuah start up, nantinya Anda tidak akan kaget mengatur bisnis start up Anda sendiri.

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here