Dulu saat awal mula saya memulai bisnis, banyak sekali teman, kerabat, bahkan sahabat sendiri yang meragukan diri saya. Awalnya saya tidak tahu kenapa mereka ragu dan cenderung masukannya menjadi penghambat saya untuk maju. Rata-rata komentar mereka seperti ini:
– “Ko, Lu kan masih SMA ngapain sih mikirin cari uang dengan jualan”
– “Lu mau jualan apa mo belajar, dasar pedagang”
– “Udah lah fokus belajar aja, jualan belom tentu laku juga kan lu”
– “Tuh kan lu rugi, udah gw bilang fokus belajar aja. Ga perlu jualan-jualan”

Komentarnya sangat tidak membangun bukan? Bahkan cenderung membuat saya selalu ingin menyerah saat ada kendala dalam berbisnis. Tapi sekarang saya paham alasan dibalik itu semua. Saya yakin hampir semua orang yang berbisnis merasakannya.

pengaruh orang terdekat

Setelah ditelusuri, saya baru sadar bahwa teman, kerabat, sahabat atau bahkan keluarga bertindak seperti itu karena mereka cenderung berasal dari kondisi dan keadaan yang sama dengan kita. Jadi saat kita ingin bertumbuh, mereka masih mengira pola pikir kita sama seperti di masa lalu. Yup, sama-sama seperti mereka, sehingga yang muncul adalah banyak keraguan atas diri kita yang ingin mengubah jalan hidup di masa depan.

Dan entah kenapa, justru sering kali saya temukan orang yang belum terlalu lama mengenal saya, justru cenderung lebih mendukung. Itu semua terjadi karena mereka tahu pola pikir kita di saat ini, saat kita memiliki habit positif dan bertemu dengan mereka di lingkungan yang positif juga. Sehingga yang muncul adalah pertemanan yang saling support dalam menggali impian-impian yang telah lama terpendam. Bahkan secara tidak sadar kualitas diri kita yang terpendam bisa keluar saat bersama mereka.

Tapi bukan berarti kita menjauhi kawan lama yang cenderung menghambat. Tetaplah berteman dengan mereka, jika bisa bawalah mereka agar memiliki pola pikir seperti kita yang sekarang. Saya pun akan selalu ingat dengan kawan yang membersamai saya saat saya dalam keadaan sulit. Jika kawan lama tidak ingin diajak sukses bareng, ya tidak apa-apa, yang penting kita sudah berusaha untuk mengajakanya ke dalam lingkungan baru yang lebih positif.

Lingkungan baru dengan atmosfer saling support ini sering kali saya sebut dengan “Small Circle.” Saya menyebut begini karena memang lingkupnya tidak banyak, hanya sekitar 5-8 orang yang didalamnya berisi anak muda pebisnis dengan mindset positif.

Anda bisa bayangkan, saya yang dulu bisa bertumbuh pesat sampai seperti sekarang salah satu sebabnya karena small circle ini. Karena memang habit dan penghasilan Anda ditentukan oleh 5 teman terdekat Anda.

Anda bisa lihat ke lingkungan Anda, jumlahkan penghasilan 5 orang terdekat Anda dan buatlah angka rata-rata, maka munculah penghasilan Anda. Karena memang disadari atau tidak, kita adalah makhluk peniru. Dan sesuatu yang akan mempengaruhi kebiasaan Anda adalah lingkungan terdekat Anda, atau saya menyebutnya small circle.

Mungkin setelah membaca ini, muncul pertanyaan dalam benak Anda. “Bagaimana menemukan small circle yang tepat sesuai dengan keinginan saya yang ingin sukses dalam berbisnis?”

1. Bergabung di Komunitas Bisnis

Small circle
Caranya sangat mudah, karena jaman sekarang berbeda dengan 6-8 tahun lalu. Dulu mencari komunitas bisnis sangatlah sulit, sekarang sudah sangat mudah Anda temukan dimana-mana. Anda bisa bergabung ke dalam Komunitas Bisnis Anak Muda yang gathering-nya selalu saya buat di tiap-tiap kota di Indonesia, bergabung di komunitas yukbisnis, Tangan Di Atas, Jago Jualan, dan lain sebagainya.

Anda cukup datang ke seminar atau kopdar dan membangun relasi sebanyak-banyaknya disana. Dari banyak orang tersebut pasti Anda menemukan kecocokan 5-8 orang yang sevibrasi untuk membuat small circle dan menjadi tempat brainstorming (bertukar pikiran) Anda agar terus bertumbuh.

2. Mengikuti Pelatihan Offline

mengikuti training bisnis offline

Ikuti pelatihan offline yang diadakan oleh mentor berpengalaman yang telah terbukti melahirkan murid-murid sukses di bidangnya. Dengan mengikuti workshop seperti ini, secara tidak langsung Anda pun akan masuk ke dalam circle seorang mentor. Semakin mahal Anda mengikuti workshop, semakin baik circle-nya. Karena secara otomatis mindset mereka adalah mindset orang kaya yang memang rela berinvestasi ilmu lebih untuk mencapai kesuksesannya.

Saat Anda mengikuti sebuah pelatihan offline, secara tidak langsung Anda juga telah membeli komunitas didalamnya. Selain dapat ilmu, Anda juga mendapatkan relasi orang-orang sukses. Saya mendapatkan banyak relasi orang kaya dan sukses melalui cara ini, sehingga menstimulus mindset dan skill saya menjadi terus bertumbuh dan berkembang seperti saat ini.

3. Mengikuti Ecourse (Training Online)

cara mengikuti kursus online

Banyak alumni pasukan alona yang akhirnya membuat small circle dan semakin melesat income-nya. Oiya pasukan alona adalah suatu pelatihan online yang saya adakan khusus untuk anak muda yang ingin sukses di bidang digital marketing.

Jadi saat mengikuti ecourse, jangan menjadi orang pasif. Praktikkan materi yang ada dan bangunlah interaksi sesama member didalamnya. Karena yang membuat Anda semakin sukses salah satunya adalah saling bertukar ilmu didalam small circle yang telah Anda buat.

pengaruh teman terdekat

Dengan 3 cara ini Anda bisa mendapatkan teman sevibrasi. Perlu Anda ingat lakukan pertemuan rutin minimal 2 minggu sekali bersama kawan small circle Anda untuk saling berbagi tips, pola, dan juga bisa sharing kendala dalam bisnis Anda untuk menemukan jalan keluarnya bersama-sama.

Dengan adanya brainstorming rutin akan lebih memperkaya wawasan dan keilmuan Anda. Tapi ingat usahakan cari teman small circle dengan kemampuan yang hampir sama, agar tidak pincang saat Anda menjalankan pola sukses ini.

Selamat mencoba 🙂

Baca juga: 5 Tips Mengatur Waktu Kerja Anda Agar Lebih Produktif

dan 3 Gaya Hidup Orang Kaya yang Wajib Anda Tiru!

- WEBINAR GRATIS : ALONA PRESENTS
Jualan di Instagram

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here