Telegram diblokir! Website Telegram dan segala jenis website turunannya jadi tidak bisa diakses lewat desktop!

Wah, tentu banyak yang bertanya-tanya bahkan panik kenapa Telegram harus diblokir segala oleh Keminfo. Apalagi, beberapa bisnis online juga sangat menggantungkan bisnis mereka ke Telegram. Dengan diblokirnya website Telegram, tentunya akan mengganggu siklus perekonomian banyak UMKM di Indonesia.

Usut punya usut, Keminfo memblokir Telegram karena banyak menemukan channel berbau terorisme dan radikalisme yang tidak bisa dihapus di situ. Karena berkali-kali komplain ke pihak Telegram dan tidak ditanggapi, Keminfo akhirnya melakukan tindakan tegas dengan memblokir website Telegram beserta turunannya.

Tapi kita sebagai pebisnis online tentunya tidak boleh terlalu larut mengkritisi dan menyalahkan pemerintah atas hal ini. Apa yang dilakukan pemerintah adalah tindakan preventif demi mencegah terorisme dan menjaga persatuan Negara.

Justru kita, saya dan Anda, harus menyikapinya secara bijak.

Diblokirnya Telegram seolah menyadarkan kita tentang suatu hal penting, yakni jangan mengandalkan traffic dari satu platform saja. Karena jika platform tersebut mengalami masalah (diblokir, error, dsb), Anda akan kehilangan sumber traffic untuk bisnis Anda. Dan ujung-ujungnya, Anda akan mengalami penurunan omset. Karena tidak ada traffic = tidak ada omset.

Karenanya saat membangun bisnis, jangan terpaku pada satu sumber traffic. Perbanyak sumber traffic sebisa mungkin. Jangan fanatik menggunakan satu saja karena dirasa sumber tersebut sudah cukup memberikan penghasilan untuk bisnis Anda. Jika satu-satunya sumber Anda mati, Anda bisa apa?

Perluas ke sumber traffic lain. Misalnya Line, Whatsapp, Email, dll. Jika satu sumber Anda mati, masih ada sumber lain yang menghasilkan traffic.

Lagi pula terus menerus mengkritisi kebijakan Keminfo memblokir Telegram tidak akan membawa solusi untuk Anda. Toh pemerintah sedang sibuk berkoordinasi dengan pihak Telegram untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Daripada waktu Anda habis untuk menyesalkan keputusan pemerintah dan mengkritisi kebijakan mereka, lebih baik gunakan untuk menambah traffic dari sumber lain. Bagaimana? 😀

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here