Salah satu alternative untuk mendapatkan modal usaha adalah dengan mengajukan kredit ke bank. Kredit usaha di bank ini menjadi primadona banyak pengusaha karena pengajuannya cukup mudah dan kemungkinan dana cair besar.

Lalu apakah semua usaha bisa didanai atau mendapatkan kredit dari bank? Belum tentu. Tidak semua bisnis bisa mendapatkan pendanaan dari bank. Hanya bisnis-bisnis tertentu saja yang bisa mendapatkan pendanaan dari bank.

Bagaimana caranya supaya pengajuan kredit usaha kita bisa diterima oleh bank? Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, di antaranya :

1) SKALA USAHA ANDA

Hal pertama yang menjadi prioritas bank dalam menilai sebuah usaha Anda layak mendapatkan kredit atau tidak adalah seberapa besar usaha Anda. Umumnya bank hanya mau mendanai bisnis yang sudah mapan dan memiliki cashflow yang lancar.

Karenanya pihak bank biasanya tidak mau mendanai bisnis yang masih baru, kecuali jika bisnis baru tersebut memiliki perkembangan yang pesat. Bagaimana bank bisa menilai usaha Anda besar atau kecil?

Tidak perlu mengulas pembukuan keuangan Anda, dari melihat lokasi saja pihak bank sudah mampu menilai apakah bisnis Anda layak didanai atau tidak. Bisnis yang layak didanai biasanya memiliki banyak stok produk di tempat dan ada beberapa karyawan yang bekerja di dalamnya.

Semakin besar bisnis Anda, semakin banyak stok produk yang terlihat. Pihak surveyor bank nantinya juga akan menanyakan tentang omset, harga produk, dan strategi penjualan Anda untuk memutuskan apakah bisnis Anda merupakan bisnis yang bagus dan layak didanai atau tidak.

2) KEMAMPUAN MEMBAYAR ANDA

Bank memberi pinjaman hanya kepada nasabah yang mampu membayar. Karenanya bank selalu meminta foto copy rekening tabungan Anda untuk mengecek berapa pendapatan Anda di 3-6 bulan terakhir. Dari pendapatan tersebut nantinya bank bisa menilai berapa kemampuan membayar Anda.

Biasanya bank akan meloloskan pengajuan kredit Anda jika cicilan setiap bulannya tidak melebihi 30% total pendapatan Anda saat ini. Misalnya saat ini Anda memiliki pendapatan usaha Rp 10 juta per bulan. Anda ingin mengajukan pinjaman Rp 50 juta dengan cicilan sebesar Rp 2.5 juta per bulan. Di sini cicilan Rp 2.5 juta tidak melebihi 30% dari total pendapatan Anda setiap bulan. Maka pihak bank biasanya bersedia meloloskan pengajuan kredit Anda.

Pendapatan tidak sama dengan profit. Pendapatan adalah total uang yang Anda terima setiap bulan. Sedangkan profit adalah keuntungan yang Anda peroleh setelah pendapatan Anda dikurangi total pengeluaran Anda. Enaknya ketika mengajukan kredit ke bank, bank tidak menilai kita dari seberapa besar profit kita, tapi dari seberapa besar omset/pendapatan yang kita hasilkan.

Tips lain sebelum mengajukan kredit ke bank : usahakan dalam 3-6 bulan sebelum Anda mengajukan kredit, Anda memiliki saldo mengendap di rekening Anda sejumlah minimal senilai cicilan plafon yang akan Anda ajukan ke bank. Misalnya Anda ingin mengajukan kredit Rp 50 juta dengan cicilan Rp 2.5 juta setiap bulan. Maka Anda harus menyisihkan uang Rp 2.5 juta setiap bulan di rekening Anda.

3) NILAI JAMINAN ANDA

Agunan/jaminan adalah surat barang berharga baik yang bergerak maupun tidak bergerak (BPKB Kendaraan bermotor/sertifikat rumah) yang bisa menjadi jaminan kredit Anda. Ketika Anda sudah mengajukan kredit ke bank, jaminan Anda akan disimpan oleh pihak bank. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami kredit macet alias tidak bisa membayar cicilan kredit sama sekali, maka bank akan melelang jaminan Anda untuk melunasi sisa hutang yang ada. Makanya kalau sudah kredit ke bank, jangan sampai telat apalagi tidak membayar sama sekali. Usahakan untuk tepat waktu membayar sebelum jatuh tempo.

Besarnya nilai agunan juga menentukan besarnya nilai pinjaman yang Anda peroleh. Biasanya bank hanya mau memberikan kredit jika nilai agunannya 3x lipat lebih banyak daripada plafon pinjaman Anda. Misalnya Anda ingin mengajukan kredit Rp 50 juta, sebaiknya berikan jaminan yang harganya Rp 150 juta.

4) AJUKAN KREDIT DI SAAT KONDISI FINANSIAL SEDANG MEMBAIK

Ketika kondisi finansial bisnis Anda membaik, ajukanlah kredit sekarang juga. Karena kemungkinan lolosnya besar dan mudah. Jangan mengajukan kredit ketika Anda sedang tidak bagus bisnisnya atau sedang sepi order. Pihak bank tidak akan mau mendanai. Ingat, bank hanya mau mendanai bisnis yang sudah mapan dan nasabahnya memiliki kemampuan membayar yang tinggi.

Seringkali pengusaha baru mengajukankredit ke bank ketika usaha mereka sedang bangkrut atau mengalami penurunan penjualan. Jika di saat minus kita mengajukan kredit ke bank, bukannya mendapatkan kredit, tapi bank pasti akan langsung menolak pengajuan kredit kita. Karena kita dinilai tidak memiliki uang dan kemampuan untuk membayar cicilan.

bisnis online bersama alona belajar bisnis online gratis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here