Mengikuti tren dalam dunia marketing terutama di Instagram memang sepertinya harus dilakukan oleh pemilik online shop

Alasannya, agar Anda dapat bisa menjadi trendsetter sehingga konten yang disajikan pun tidak ketinggalan zaman.

Namun banyak para pemilik online shop yang cukup sulit untuk mengikuti perkembangan zaman, entah karena gaptek, males nyari info, atau tidak memaksimalkan tren yang ada.

Dilansir dari Social Media Today, Instagram kini terus mendaki popularitasnya di tahun-tahun mendatang. 

Bukan hanya untuk pengguna perseorangan dan konten-konten pribadi saja, tapi juga akan lebih berkembang ke arah e-commerce

Untuk itu, di awal tahun 2020 ini, agar Anda tidak ketinggalan zaman, maka Anda bisa simak beberapa prediksi tren Instagram marketing, diantaranya: 

No Edit

Jika dulu Instagram sangat identik dengan foto yang terlihat heboh alias editannya beragam, mulai dari pemilihan filter, stiker, kolase, dan sebagainya.

Namun sebaliknya, di tahun 2020 ini, banyak foto-foto yang ditampilkan dengan kesan lebih ‘keseharian’, seperti menampilkan foto makanan, foto buku yang Anda baca, dan sebagainya.

Dilansir dari situs Digital Squad, Instagram pada 2020 tidak lagi akan dipenuhi dengan foto-foto penuh warna dan bersaturasi tinggi. 

Tren ‘estetika’ Instagram akan mengarah ke foto-foto No Edit.

Tapi bukan berarti tidak di edit sama sekali, Anda bisa edit tapi tetap terkesan simple, cukup menyesuaikan brightness, contrast, temperature, saturation, dan sebagainya.

Instagram Story Lebih Unggul

Di tahun 2020 ini, Instagram story akan lebih unggul dibandingkan feed. 

Kenapa?

Jika Anda mengunggah Story, maka interaksi yang terjadi berupa reply yang langsung masuk ke direct message pribadi Anda, jadi ‘komentar’ tersebut jauh lebih intim, karena hanya Anda saja yang bisa melihat. 

Karena hal itu, Instagram pun menyadarinya, sehingga Instagram melakukan banyak perkembangan terutama pada fitur-fitur yang ada di Instagram Story, misalnya questions, stiker, filter, polling, dan sebagainya.

Baca juga: 7 Strategi Memanfaatkan Fitur Instagram Story Untuk Bisnis Anda

Instagram Menghapus Fitur Like

Di beberapa negara penghapusan fitur ‘Like’ sudah terjadi, salah satunya Indonesia.

Nah, di tahun ini, Instagram akan melakukannya secara global.

Alasannya untuk menanggulangi dampak negatif dari Instagram, mulai dari gangguan kecemasan sampai gangguan depresi.

Karena banyak sekali pengguna yang merasa sedang berkompetisi dengan jumlah ‘Like’ yang mereka dapatkan.

Misalnya si akun A, memiliki jumlah like hingga 7.000, sedangkan akun Anda hanya memiliki jumlah like 1.000.

Nah, dari situ, Anda akan merasa iri, bahkan bisa depresi karena merasa tidak bisa mendapatkan jumlah like yang diharapkan.

Dengan penghapusan fitur ‘Like’ ini, Anda tidak akan merasa tersaingi dan bisa fokus untuk membuat konten yang menarik.

Tips Menghadapi Tren Instagram Marketing di 2020

Selain mengikuti tren-nya, Anda juga perlu memperhatikan beberapa tips menghadapi tren Instagram marketing, diantaranya:

Memiliki Data

Anda perlu memiliki data untuk mengetahui beberapa informasi mengenai audiens, apa yang sedang tren, dan sebagainya.

Dengan begitu, Anda bisa menyajikan konten yang tepat dan sesuai dengan keinginan audiens.

Milenials Bukanlah Target Pasar yang Tepat

Mungkin Anda menganggap milenials adalah target pasar yang tepat, apalagi jumlah kaum milenials yang semakin banyak dan juga aktif menggunakan sosial media.

Namun, faktanya milenials bukanlah target pasar yang tepat, karena mereka tidak banyak menghabiskan uang. 

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik pada Februari 2019, target yang berusia 40-59 tahun merupakan target pasar yang paling banyak menghabiskan uang mereka untuk membeli produk atau jasa.

Dengan begitu, Anda bisa menentukan kembali siapa target pasar yang Anda inginkan.

Membuat Konten yang Sesuai

Membuat konten yang sesuai alias tepat, tentunya membuat audiens Anda menjadi lebih senang karena merasa ‘relate’ dengan konten Anda. 

Konten merupakan kunci utama ketika Anda berbisnis online terutama di Instagram.

Jika Anda membuat konten yang menarik, yang viral, yang bermanfaat, mengedukasi atau yang relateable dan banyak yang merespon positif dengan meninggalkan likes, komentar atau membagikannya ke sosial media lain, maka dari konten tersebut Anda bisa mendapatkan engagement yang tinggi.

Nah, kalau engagement-nya tinggi, dampaknya bisnis Anda akan semakin ‘dikenal’ sehingga followers dan penjualan Anda ikut meningkat. 

Baca juga: 6 Strategi Membuat Konten Di Instagram

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh para pelaku bisnis online dalam menghadapi tren di tahun 2020 ini. 

Ingin tahu lebih banyak seputar Instagram marketing

Ikuti kelas online 21 Hari Kuliah IG.

Di 21 Hari Kuliah IG, Anda akan mendapatkan beberapa rahasia followers naik drastis tanpa harus pusing mikirin ide konten dan ngiklan, diantaranya:

  • Produksi: rahasia memproduksi konten yang mampu mendatangkan ratusan hingga ribuan followers baru setiap hari.
  • Optimasi: rahasia mendatangkan interaksi di akun Instagram Anda dan optimasi agar followers meningkat.
  • Akselerasi: rahasia melejitkan pertumbuhan followers di Instagram tanpa ribet dalam waktu singkat.

Setelah itu, Anda akan punya akun Instagram dengan tampilan menarik, segudang ide untuk konten setiap harinya, teknik closing yang ampuh membuat akun Anda banyak dikunjungi.

Dengan kata lain, Anda sudah berhasil memiliki satu sistem yang bisa Anda jalankan sendiri.

Banyak kelas diluaran sana yang mengharuskan Anda membayar mahal tapi ZERO VALUE.

Namun sebaliknya, di 21 Hari Kuliah IG, bukan hanya harganya yang terjangkau, tapi Anda juga bisa mendapatkan banyak keuntungan yang pastinya membantu Anda untuk mengembangkan bisnis hingga banyak pemilik akun yang mengajak Anda kolaborasi setiap harinya dan menawarkan untuk membayar puluhan juta.

Nggak percaya? Lihat selengkapnya disini.

Nah, itulah beberapa prediksi tren Instagram marketing di 2020.

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share artikel ini ke sosial media yang Anda punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here