Bagaimana Anda bisa tetap ngiklan gila-gilaan meskipun iklan di Facebook tidak semurah dulu?

Betul saja, iklan tidak lagi semurah dulu seperti 3 tahun yang lalu. Kenapa? Karena jumlah advertiser yang semakin banyak.

Sebenarnya, mahal atau murah itu relatif. Semua tergantung Anda menilainya.

Tapi bukankah kita harus tetap memperhatikan profit ketika beriklan? Yes, tentu saja!

Jika Anda adalah brand besar, mungkin Anda tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan uang sebanyak apapun.

Namun, sebaliknya, jika Anda seorang pemula atau pebisnis yang omsetnya belum jelas, mungkin Anda akan berpikir ulang untuk mengeluarkan uang yang banyak. 

Tapi coba Anda bayangkan, jika Anda bisa menghasilkan 100 ribu dari 20 ribu yang Anda investasikan untuk beriklan di Facebook, kira-kira murah atau mahal? Murah. Karena profit. 

Untuk itu, Anda perlu menyalurkan traffic yang Anda dapatkan dari Facebook maupun Instagram ke channel yang lain. 

Misalnya, email, whatsapp, line, dan sebagainya.

Selain itu, kuncinya ada di Sales Funnel dan juga Value Ladder.

Apa itu Sales Funnel dan Value Ladder?

Oke, ini sedikit gambaran tentang apa itu Sales Funnel dan Value Ladder.

Tentu saja Anda ingin calon pembeli Anda mengambil penawaran tertinggi dari Anda, tapi nyatanya itu tidak mungkin terjadi.

Karena apa? Karena Anda belum membangun kepercayaan terhadap calon pembeli Anda.

Belum lagi, offer yang Anda berikan tidak cocok untuk calon pembeli Anda, sehingga Anda memerlukan Sales Funnel.

Pertanyaannya, apa yang bisa dilakukan Sales Funnel untuk bisnis Anda?

Sales Funnel itu bisa men-deliver value yang Anda berikan ke setiap calon pembeli Anda di level yang berbeda-beda.

Ada pembeli yang bisa mengambil penawaran dengan harga mahal dari Anda.

Tapi ada juga pembeli yang hanya sanggup mengambil penawaran dengan harga rendah dari Anda.

Dengan begitu, Anda akan tetap bisa mendapatkan penghasilan dan PROFITEBEL sambil perlahan menemukan siapa calon pembeli impian Anda yang sanggup mengambil offer tertinggi dari Anda.

Jadi, intinya Sales Funnel itu adalah dimana calon pembeli Anda akan melewati proses yang namanya Sales.

Anda mendatangkan pengunjung ke dalam Sales Funnel tersebut, kemudian tugas Anda adalah mengubah mereka menjadi pembeli sebanyak mungkin.

Pertama, adalah UMPAN. Digunakan untuk menarik perhatian pembeli impian Anda.

Kedua, ketika banyak yang mengambil penawaran Anda, maka setelah itu, ada beberapa persen orang akan mengambil penawaran yang kedua, ketiga hingga yang paling mahal.

Yang paling terakhir mengambil penawaran Anda merupakan pembeli impian Anda.

Dengan begitu, Anda bisa melayaninya secara lebih “intim”, dan sebagainya.

Contohnya…

Anda punya bisnis sepatu. Sales Funnel dan Value ladder Anda kurang lebih seperti ini:

  • Tali sepatu led seharga 20 ribu
  • Sepatu seharga 200 ribu 
  • Sepatu ekslusif seharga 400 ribu

Nah, tahap awal Anda melempar umpan tali sepatu untuk mengumpulkan database pembeli sebanyak mungkin. 

Disini Anda tidak berharap untung. 

Bisa impas saja sudah bagus. 

Kemudian Anda upsell dengan sepatu seharga 200 ribu begitu mereka add Anda di whatsapp. 1-2 minggu kemudian Anda tawarkan mereka dengan sepatu ekslusif dari Anda seharga 400 ribu. 

Intinya, Anda harus memaksimalkan keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari setiap pembeli yang masuk menjadi database Anda.

Jika Anda tahu ternyata dengan mengeluarkan 100 ribu sehari, Anda bisa mendapatkan 100 orang yang chat whatsapp.

Lalu, 20 orang lainnya memutuskan untuk membeli tali sepatu Anda, dan 5 diantaranya memutuskan untuk mengambil upsell Anda saat itu juga.

Kemudian beberapa minggu kemudian Anda menawarkan mereka produk ekslusif Anda seharga 400 ribu dan ada 1 orang yang membeli.

Pertanyaannya, 100 ribu yang Anda investasikan tersebut sudah bisa menghasilkan berapa rupiah? 

Kesalahan kebanyakan advertiser atau pebisnis online di luar sana yang beriklan di Facebook tidak memahami konsep Sales Funnel dan Value Ladder ini.

Kebanyakan dari mereka berharap bisa langsung profit, padahal produk yang mereka tawarkan harganya lumayan dan membuat orang berpikir ulang untuk membelinya.

Ditambah, Anda belum pernah “interaksi” dengan mereka. 

Selain itu, banyak pebisnis online yang tidak memahami teknik closing sehingga rata-rata pembeli mereka hanya beli satu kali. 

So, apapun bisnis Anda coba pikirkan terlebih dahulu apa Value Ladder dan Sales Funnel Anda. 

Nah, itu sebagian tentang Sales Funnel dan Value Ladder.

Baca juga: 5 Hal Yang Harus Disiapkan Sebelum Menggunakan Facebook Ads

Untuk lebih memahami lagi, Anda bisa mendapatkannya lewat kelas online Insta Ads Mastery.

Kelas ini cocok untuk Anda seorang advertiser dan pebisnis online yang ingin ngiklan tapi takut rugi, yang gaptek, yang belum paham sama sekali, dan yang mau meningkatkan omset bisnisnya.

Tenang aja, kelas ini bukan kelas abal-abal seperti diluaran sana.

Karena semua materinya up-to-date, mulai dari cara beriklan di Facebook, tips ampuh closing penjualan, dan sebagainya.

Selain itu, resources yang Anda butuhkan tersedia, diajarkan oleh mentor yang praktisi dari awal hingga berhasil, support forum selama 3 bulan, garansi uang kembali dan masih banyak lagi.

Nggak percaya?

Langsung aja kunjungi Insta Ads Mastery dan letupkan bisnis Anda. 

Sebelum artikel ini berakhir, yang perlu Anda ingat… 

“Siapapun yang berani spend lebih banyak untuk mengakuisisi pembeli, dialah pemenangnya.”

Semoga bermanfaat, dan jangan lupa share artikel ini ke sosial media yang Anda punya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here